Download SISTEM ENDOKRIN & METABOLIK - IKP201

Document related concepts
no text concepts found
Transcript
SESI 11
SISTEM ENDOKRIN
&
METABOLIK
1
DESKRIPSI
Materi membahas tentang struktur, fungsi dan
tanda-tanda disfungsi sistem endokrin, gangguan
kelenjar tiroid dan paratiroid, kelenjar suprarenal;
gangguan metabolik.
2
TUJUAN UMUM
Memahami gangguan fungsi sistem endokrin,
bentuk gangguan kelenjar tiroid, paratiroid dan
suprarenal; gangguan metabolik.
3
TUJUAN KHUSUS,
TOPIK & SUBTOPIK PEMBAHASAN
Menjelaskan:
• Struktur dan fungsi sistem endokrin
• 3 komponen sistem endokrin
• Tanda-tanda disfungsi sistem endokrin
• Gangguan kelenjar tiroid dan paratiroid
• Gangguan kelenjar suprarenal
• Gangguan Metabolik
4
SISTEM ENDOKRIN
Sistem endokrin tersusun dari beberapa
kelenjar endokrin yang tersebar di dalam
tubuh.
Kelenjar endokrin mengsintese dan menghasilkan
zat kimia pesuruh khusus = HORMONE = hormon,
yang dialirkan melalui aliran darah di sel dan organ
tubuh, di situ ia meregulasi pengaruh khusus.
5
Jenis Kelenjar Endokrin
(kelenjar tak bersaluran, mengalirkan produknya
langsung ke dalam aliran darah)
Terdiri dari:
(1) Kelenjar Tiroid (Thyroid gland)
(2) Kelenjar Paratiroid (Parathyroid glands, 4)
(3) Kelanjar Adrenal (Adrenal glands, 1 pasang)
(4) Pankreas (Pancreas)
(5) Kelenjar Pituitari (Pituitary gland)
(6) Ovari (Ovary, pada wanita 1 pasang)
(7) Buah pelir (Testes pada pria, 1 pasang)
6
Jenis Kelenjar Endokrin (Lanjutan)
(8) Kelenjar Pineal (Pineal gland, diduga menghasilkan
melantonin)
(9) Kelenjar Timus (Thymus gland, struktur mirip kelenjar
limfe  menghasilkan jaringan limfe dan limfoid
penghasil antibodi)
(Operasi pengangkatan kelenjar ini untuk mengatasi
gangguan myastenia gravis dan gangguan
muskuloneurologik)
(Kelenjar exocrine mengalirkan produknya ke luar
tubuh: kelenjar keringat (sweat), susu (mammary),
ludah (salivary) dan air mata (lacrimal)
7
Sistem Endokrin (Lanjutan-1)
• Bersama dengan sistem saraf tubuh, mereka
mengontrol dan
mengintegrasikan
fungsi tubuh mempertahanka homeostasis.
• Sistem saraf mengirim berita melalui serabut saraf
terkait  membangkitkan respons saraf dengan cepat
dan selektif, sedangkan
sistem endokrin  mengirim perintah/berita dalam
bentuk hormon-hormon lewat aliran darah.
8
Sistem Endokrin (Lanjutan-2)
• Efek hormonal membangkitkan efek jauh lebih
lambat daripada efek saraf, namun durasi aksinya
lebih lama
• Aksi sistem endokrin bisa mengena satu area tunggal
atau menyeluruh ke semua sel tubuh.
(Butts-Krakoff, 1993)
• Sistem endokrin seperti sistem saraf memungkinkan
bagian-bagian yang terletak jauh dalam tubuh saling
berkomunikasi.
9
Sistem Endokrin (Lanjutan -3)
• Ada 3 komponen dalam sistem endokrin:
(1) Kelenjar yang menghasilkan zat perantara
kimiawi yang masuk ke aliran darah
(2) Zat perantara kimiawinya = hormon
(3) Sel atau organ yang respons terhadap hormon
terkait (Elizabeth J. Corwin)
10
Ada 5 fungsi sistem endokrin:
(1) mendiferensiasi sistem reproduksi dan CNS
dalam tumbuh kembang janin
(2) mestimulasi urutan pertumbuhan dan tumbuh
kembangnya masa kanak-2 dan kedewasaan.
(3) mengkoordinasi sistem reproduksi wanita dan pria
(4) mempertahankan optimalitas lingkungan
internal sepanjang hidup individu.
(5) menginisiasi respon korektif dan adaptatif saat
emergensi
11
Sistem Endokrin (lanjutan – 4)
• Sistem endokrin bertemu sistem saraf di
hipotalamic-pituitari interface.
• Hipotamaus merupakan pusat intergrasi utama sistem
endokrin dan saraf otonomik ->mengontrol fungsi organ
endokrin melalui jalur saraf dan hormonal.
• Walau peran komunikasi dan intergratif sama antara
sistem endokrin dan saraf, jalur tepat bagi fungsi
masing-masIng sistem adalah berbeda.
(Catherine C. Goodman)
(Lihat tabel 9-1: Endokrine Glangs Secretion, Target and Actions)
12
Sistem Endokrin (Lanjutan-5)
• Kontrol hipotalamik:
Jalur saraf menghubungkan hipotalamus dengan bagian
posterior pituitary (neurohipofisis), adalah sarana kontrol
hipotalamus terhadap bagian posterior dan anterior
kelenjar pituitari.
Gangguan aksis hipotalamus-pituitari menghasilkan
manifestasi klinis, bisa sindroma kelebihan hormon
atau defisiensi hormon atau gangguan pengelihatan
akibat kompresi jalur saraf optikus.
(Benson & Rosenthal, 1993)
13
Sistem Endokrin (lanjutan – 6)
• Stimulasi saraf pada pituitari posterior  sekresi 2
(dua) hormon efektor:
antidiuretic (ADH) dan
oxytocin.
Hipotalamus juga mengontrol hormon bagian anterior
pituitary melalui pelepasan faktor-faktor inhibitor
(penghambat).
Hormon hipotalamik menstimulasi pituitari untuk
melepas hormon tropic (stimulasi), yakni:
Adrenocorticotropic hormone (ACTH),
Thyroid-stimulating hormone (TSH)
Luteinizing hormone (LH)
Follicle-stimulating hormone (FSH)
14
Sistem Endokrin (lanjutan – 6)
Dalam waktu yang bersamaan efektor hormone lain-lain,
di antaranya:
Growth hormone,
Prolactin
dilepas atau dihambat, ini akan mempengaruhi:
Kortek Adrenal,
Tiroid dan
Gonads.
Patologi endokrin timbul akibat disfungsi
pelepasan hormon tropic atau efektor atau
bila ada defek dalam jaringan target.
15
Sistem Endokrin (lanjutan – 7)
• Di samping kontrol hormonal dan saraf, terjadi juga
sistem umpanbalik negatif yang akan meregulasi
sistem endokrin tubuh.
Mekanisme bisa sederhana atau komplek.
Sistem umpanbalik sederhana timbul bila kadar salah
satu substansi meregulasi sekresi salah satu hormon
Contoh (mekanisme umpanbalik sederhana):
Rendahnya kadar kalsium serum akan menstimulasi
sekresi hormon paratiroid; sedangkan
kadar tinggi kalsium serum akan menghambatnya.
16
Sistem Endokrin (Lanjutan – 8)
Mekanisme yag komplek terjadi melalui jalur
hipotalamik-pituitary-target organ.
Contoh: post trauma atau stres berat
sekresi hipotalamic-corticotropin-releasing
hornone (CRH)
melepas pituitari ACTH yang akan
menstimulasi sekresi adrenal cortisol.
Dengan demikian, peningkatan cortisol serum akan
menghambat ACTH dengan cara menurunkan sekresi
CRH.
17
Sistem Endokrin (Lanjutan – 8)
Terapi steroid akan mengganggu jalur Hipotalamikpituitari-adrenal (HPA) dengan cara menekan sekresi
hipotalamic-pituitari.
Penghentian steroid eksogen akan memacu krisis
life threathening adrenal apabila aksis HPA tidak
memperoleh cukup waktu untuk memulihkan stimuli
terhadap sekresi cortisol.
(Lihat tabel 9-1, Endocrine Glands Secretion, Target and Actions)
18
Patologi Endokrin:
Disfungsi bisa hipo- atau hiper- fungsi
Sumber penyebab hipo- dan hiper- fungsi adalah:
Inflamasi atau tumor yang asal dari hipotalamus atau
pituitari.
Inflamai bisa akut, subakut terbanyak adalah kronik
 ini menghasilkan hipofungsi kelenjar.
• Abnormalitas endokrin kronik (deficiensi kortikol, tiroid
atau insulin) merupakan masalah kesehatan umum yang
harus ditanggung sepanjang hayat dan pasien terkait
memerlukan penggantian dari luar untuk mempertahankan hidupnya (terapi replacement hormon)
19
Patologi Endokrin (lanjutan – 1)
• Tumor endokrin (tiroid) menghasilkan produk
hormon ektopik dan mempengaruhi sistem
muskuloskeletal.
• Respons Neuro-Endokrin pada Stress
Konsep stress (emotional, fisikal, psikologikal
ataupun spiritual) telah banyak diteliti)
dapat mempengaruhi:
imunitas dan
resistensi tubuh
terhadap penyakit.
20
Patologi Endokrin (Lanjutan-2)
• Sistem endokrin bersama sistem imune dan sistem
saraf, secara bersama menjawab respons terhadap
stress.
Telah terbukti adanya dasar psikoneuroimunologik
bagi timbulnya penyakit.
• Hormone sistem neuroendokrin mempengaruhi
komponen sistem imune  imune komplek
menghasilkan mediator untuk meregulasi respons
neuroendokrin.
21
STRESS
merangsang sistem saraf simpatik
mengakibatkan medula kelenjar adrenal
melepas catecholamines
(epinephrine, norepinephrine dan dopamin)
ke aliran darah.
Secara berkesinambungan kelenajr pituitari
melepas berbagai hormon, ternasuk:
antidiuretic,
prolactin,
growth hormone (pertumbuhan)
dan ACTH
dari kelenjar pituitari anterior.
22
Patologi Endokrin (Lanjutan -3)
• Catecholamines: dilepas di ujung saraf simpatik
meningkatan kontraksi otot jantung, cardiac output,
konstriksi pembuluh darah tepi, meningkatkan tensi
darah, meningkatkan darah gula dengan cara
glycogenolysis hepatik dan skletal, juga meningkatkan
lipid darah dengan cara peningkatkan katabolisme
lemak. (= fight or flight phenomen).
Stresor umum adalah:
exercise,
perubahan thermal dan
status emotional kuat.
23
Cortisol
In adalah hormone glucocorticoid utama
yang dilepas kortek kelenjar adrenal dengan
nama pabrik hydrocortisone.
Ia berfungsi multiple, primer adalah meregulasi
metabolisme:
proteins,
C-H dan
lipid
sehingga meningkatkan glucose darah. bisa
mengakibatkan formasi keton bodies bila tejadi
insufiensi sekresi insulin.
Maka disebut: anti-insulin diabetogenic hormon.
24
Cortisol (Lanutan -1)
Cortisol esensial bagi:
vasokontriksi induce-nor-epinephrine
serta
phenomena fisiologis lain
yang diperlukan dalam upaya
survival di bawah stress.
Produksi glucose perlu sebagai bahan baku energi
(khususnya untuk sel-sel saraf)., sedangkan genangan
asam amino hasil katabolisme protein diperlukan di
tempat-tempat perbaikan jaringan rusak yang kritis.
25
Cortisol (Lanutan -2)
Cortisol (lanjutan):
(1) memberi respons anti-inflamatoris terhadap
agent asing, mekanisme protektif ini dijadikan
dasar terapi steroid.
(2) menghambat proliferasi fibroblast  kurang
menguntungkan bagi perbaikan jaringan.
Di samping ini cortisol juga meningkatkan
kesempatan mudah terkena infeksi.
26
Cortisol (Lanutan -3)
Efek menurunkan dan adaptif atau merusak
sangat bergantung kepada:
intensitas,
tipe dan
durasi
stresornya dan
konsentrasi serta
lamanya pajanan terhadap cortisolnya.
27
Patologi Endokrin (Lanutan -4)
Hormone lain:
endorphins,
prolactin dan
testosterone
bisa dilepas sebagai jawaban terhadap stimuli stress.
Endorphins = endogenous & morphine,
merupakan grup peptides mirip opiat yang
diproduksi secara alamiah oleh sinapsis saraf di CNS.
Ia memodulasi transmisi rasa sakit dengan
meningkatkan ambang sakit:
-
sedasi dan
euphoria.
28
Patologi Endokrin (Lanutan -5)
• Growth hormone = pengatur pertumbuhan tulang dan
organ visera melalui pengaruh langsung metabolisme:
protein,
CH dan
lemak.
Kadar naik akibat stimuli:
stress fisis,
psikis atau fisiologis
(kondisi post-operasi, demam, exercise fisik, atau
antisipasi terhadap tindakan diagnostik yang
melelahkan).
29
Patologi Endokrin (Lanutan -6)
• Prolactin: Menstimulasi pertumbuhan payu dara dan
mempertahankan produksi ASI pada
postpartum.
• Testosterone: Meregulasi tanda sek sekunder pada pria
dan libido, ia menurun setelah stimulasi:
stres,
anestesi,
operasi,
lari marathon,
sakit akut gagal napas.
luka bakar,
kongesti jantung..
30
LANSIA
• Apa efek lansia mempengaruhi sistem kelenjar,
apakah perubahan fungsi endokrin disebabkan lansia,
masih belum jelas.
Ada teori neuroendokrine of aging.
Hubungan lansia dengan struktur dan fungsi tak
terlepas dari perubahan pada sistem saraf.
Although the initial response to a stressful stimulus
may be appropriate, as the body ages there is an
increased likelihood that the response may be
peristent and ultimately inapprropriate or even
harmful. (Carnevali and Patrick, 1993)
31
SIGNS AND SYMPTOMS OF ENDOCRINE
DYSFUNCTION.
(1) Neuromusculoskeletal:
- Signs & symptoms associated with rheumatoid arthritis
- Muscle weakness, - Muscle atrophy, - Myalgia
- Fatigue
- CTS
- Synovial fluid changes
- Peri-arthritis, - Spondylo-arhtropathy, -osteoarthritis
- Chondrocalcinosis
- Hand stiffness
- Arthralgia
32
Signs & Symptoms ... (Cont.-1)
(2) Systemic:
-
Excessive or delayed growth
Polydipsia.
- Polyuria
Mental changes (nervousness, confusion, depression)
Changes in hair (quality and distribution)
Changes in skin pigmentation
Changes in distribution of body fat
Changes in vital signs (elevated body
temperature, pulse rate, increased blood pressure)
- Heart palpitation. - Increased perspiration
- Kussmaul’s respirations (deep, rapid breathing)
- Dehydration or excessive retention of body water.
33
Kelenjar Tiroid (Kelenjar Gondok)
Fungsi:
Produksi T3 (iodothyroxin) dan T4 (thyroxin)
Glikoprotein besar disebut tiroglobulin (yang dibuat
di tiroid) dan asam amino  menyatu dengan satu
atau 2 (dua) molekul jodium  T3 (Triiodothyroxin)
dan T4 (thyroxin)
T4 lebih pekat dalam darah, T3 lebih poten dalam
mempengaruhi metabolisme sel.
Hormon tiroid membantu sel mengambil O2 –
mengatur laju (rate) metablisme tubuh.
34
Kelenjar Tiroid (Lanjutan-1)
Kekurangan hormone tiroid ini = penurunan laju
metabolisme, kehilangan suhu badan (dingin),
kelemahan perkembangan fisik dan mental.
Satu jenis produk lain adalah calcitonin
(thyrocalcitonin). Calcitonin akan disekresi
bila kadar kalsium darah tinggi, ia menstimulasi
jalannya calcium ke dalam tulang dari darah.
Gangguan tiroid bisa hiper- atau hipo-fungsi,
Inflamasi dan tumor.
35
Kelenjar Tiroid (Lanjutan-2)
• Hipertiroidism
Gangguan akibat eksesif hormon tiroid 
thyrotoxicosis (keracunan tiroid).
Hormon tiroid berlebih akan meningkatkan
metabolisme dengan efek manisfestasi pada
seluruh sistem organ tubuh.
Graves disease = naiknya produksi T4, menduduki
85% kasus hipertiroidism.
Wanita > pria (4:1) antara usia 20-40 th.
36
Thyroid storm
Ini adalah episode akut overaktivitas tiroid dengan
gejala khas: demam tinggi,
tachycardia,
delirium,
dehydration
dan ekstrim irritable atau agitasi.
Stresornya: - operasi, - infeksi,
- toxemia gravidarum, labor & delivery,
- diabetes ketoacidosis,
- myocardial infarct,
- emboli paru,
- overdosis obat.
37
HIPOTIROIDISM
50% familial. Bisa primer atau sekunder.
Primer akibat penurunan fungsi jaringan tiroid, atau
gangguan sistesis hormone atau hambatan
pelepasannya.
Sekunder akibat kurangnya stimulasi (gangguan
hipotalamus atau pituitari menghasilkan
TSH dan TRH).
Wanita > pria (4:1), bisa kongenital, insidens
tertinggi pada usia 30-60th. (90% dimulai dari
kegagalan primer)
38
GOITER
Pembesaran kelenjar gondok (tiroid)
akibat: - kurang jodium,
- inflamasi atau
- sebagai tumor jinak.
Banyak ditemukan di daerah yang kurang jodium
Faktor penghambat produksi hormon tiroid
adalah akibat umpanbalik negatif disertai sekresi
tiroid-stimulating TSH.
TSH meningkat  menghasilkan meningkatnya
masa tiroid  pencegahan dengan garam
berjodium
39
Thyroiditis
inflamasi tiroid bisa:
- acute suppurative,
- subacute granulomatous dan
- lymphocytic atau kronik [Hashimoto’s disease]
Umumnya bakteri Streptococcus pyogenes, Stafilikokus
aureus dan Penumococcus pneumonia sebagai causa
infeksinya.
Hashimoto’s disease, > wantia daripada pria (10:1)
kelompok usia 30-50-an. Gangguan adalah
autoimmune,  destruksi kelenjar tiroid akibat infiltrasi
lymphocytes dan antitiroid antibodi. produk T3 dan T4
meningkat  merangsang TSH  hiperfungsi jaringan
tiroid.
40
PARATIROID
Paratiroid hormone memobilisasi calcium
(zat kapur) dari tulang ke darah.
Bila kadar calcium darah turun (pada kehamilan,
riketsia, hipovitaminosis D)  paratiroid disekresi
dalam jumlah besar  calcium akan
meninggalkan tulang masuk aliran darah.
Sebaliknya bila calcium darah naik (terlalu banyak
calcium atau vit. D dalam diet)  menurunkan
sekresi paratiroid, menurunkan calcium darah
sehingga keseimbangan tetap terjadi.
41
Paratiroid (Lanjutan-1)
Hiperparatiroidism
Aksi berlebih kelenjar sehingga mengganggu
metabolism tulang, calcium dan fosfor.
Ditemukan umumnya pada kelompok usia di
atas 60-an.
• Characteristics of Hyperparathyroidism
Increased bone resorption
Elevated serum calcium levels
Depressed serum phosphate levels
Hypercalciuria & hyperphosphaturia
Decreased neuromuscular irritability
42
Paratiroid (Lanjutan-2)
Hipoparatiroidism:
Menimbulkan hipocalcemia, kadar calcium rendah,
fosfat tunggi  iritable otot  tetany (kejang-kejang).
Causa: iatrogenik atau idiopatik.
Kanak-kanak 9 x > dari dewasa,
2 x > pada wanita dibanding pria.
• Characteristics of Hypoparathyroidism
Decreased bone resorption
Depressed serum calcium level
Elevated serum phosphate levels
Hypocalciuria & hypophosphaturia
Increased neuromuscular activity, which may
progress to  tetany.
43
ADRENAL GLANDs
• Dua buah terletak di kanan-kiri, menempel di atas
masing-masing ginjal.
Cortex adrenal, menghasilkan:
Mineralcorticoids  regulasi kadar mineral
Glucocorticoids  metabolisme gula, lemak
dan protein dalam sel.
(cortisol = hidrokortison,  memacu sel
membuat gula dari lemak dan protein dan
mengatur jumlah gula, lemak dan protein
darah dan sel)
Androgens, Estrogens, dan Progestins
44
Adrenal Glands (Lanjutan-1)
Medulla: Menghasilkan:
2 catecholamine hormones
yakni:
Epinephrine (adrenaline)
Norepinephrine
Keduanya agen sympathicomemetic, pada saat
stress atau terpacu produknya, maka:
tensi naik,
denyut jantung meningkat,
frekuensi napas meningkat dan
memacu gula keluar dari sel ke darah.
45
Adrenal Glands (Lanjutan-2)
• Insufisiensi Adrenal
Bisa:
Insufisiensi primer [Addison’s disease]
Timbul akibat gangguan di dalam kelenjarnya
sendiri.
Menyerang kedua sek.
Gejala sebagai defisiensi:
cortisol dan
aldosteron.
46
Adrenal Glands (Lanjutan-3)
Insufisiensi sekunder
Timbul akibat gangguan di luar adrenal, pada
hipotalamus atau pituitarinya, operasi pengangkatan
pituitari atau pemberhentian mendadak terapi
corticosteroid.
Terapi jangka panjang corticosteroid  stimulasi
menekan sekresi pituitari ACTH dan
mengakibatkan atropi kelenjar adrenal
Gejala hanya nampak sebagai defisiensi
cortisol saja.
• Hiperfungsi adrenal: Cushing Syndrome
..
47
DIABETES MELLITUS
• Gangguan timbul akibat kelenjar pankreas tidak
memproduksi cukup hormon insulin, hormon yang
bertanggungjawab terhadap absorbsi glucose ke dalam
sel untuk cadangan energi, dan untuk disimpan di hati
dan sel lemak.
• Sebagai hasil, kadar glucose dalam darah menjadi
abnormal tinggi,  polyuria  polydipsia.
• Ketidak mampuan tubuh untuk menyimpan dan
menggunakan glucose  BB turun dan fatigue.
• DM juga menimbulkan gangguan metbaolisme lipid dan
percepatan degenerasi pembuluh darah.
48
2 (dua) Tipe DM
• IDDM (tipe 1) = Insulin Dependent Dabetes Mellitus
bentuk yang paling berat
timbul pada usia 35 tahunan (antara 10-16 tahun)
timbul dengan cepat
sel penghasil insulin pankreas rusak, mungkin
karena respon imun setelah suatu infeksi virus,
dan produksi insulin berhenti komplit.
tanpa bantuan suntikan insulin regular, pasien
bisa koma.
49
Dua Tipe DM (Lanjutan)
• NIDDM (tipe II) = Non-insulin Dependent Diabetes
Mellitus
Timbulnya perlahan-lahan
usia di atas 40-an
seringnya ditemukan pada pemeriksaan medis rutin
Insulin diproduksi namun tidak cukup untuk
memenuhi kebutuhan, apalagi bila pasien obes.
seringnya tubuh resisten terhadap aksi insulin.
pada kasus tertentu tidak memerlukan insulin
replacement terapi, bisa diatasi dengan kombinasi
diet dan pengurangan berat badan, dan terkontrol
dengan medikasi oral.
50
Kausa & Insidens
• Familiar
• Pewaris gene hanya sedikit yang timbul sakit ini
• Pada keadaan tersebut ada kemungkinan bahwa gen
yang bertanggungjawab terhadap IDDM hanya sedikit
yang menimbulkan gejala  mungkin mencetus sebagai
hasil infeksi virus sebelumnya.
• Yang obes yang mudah terserang
• Pancreatitis dan thyrotoxicosis
• Obat-obat tertentu (termasuk kortikosteroid) anti diuretic.
Infeksi dan kehamilan.
• Di USA: 2/1000 IDDM saat usia 20 th. 150-200/100.000
• NIDDM 2.000/100.000
51
Diagnosis & Terapi
• Test urine untuk mennetukan ada gula atau tidak
• Konfirmasi selanjutnya melalui periksa tingginya darah
gula puasa dan 2 jam setelah puasa.
• GTT (glucose-tolerance tests).
Terapi:
Tujuan: - meningkatkan usia harapan hidup
- membebaskan diri dari simtoma
- mencegah komplikasi
52
Terapi
Sukses upaya terapi ditentukan oleh kemampuan
mempertahankan tinggi kadar gula darah senormal
mungkin, melalui:
BB normal
olah raga rutin
diit yang disiplin.
Pada IDDM:
injeksi insulin teratur ( 1  4x/hari)
diit
53
Complication
• Retinopathy
• Neuropathy perifer
• Nephropathy
• Ulcer ujung kaki  gangrene
• Artheriosclerosis
• Hypertension
• Gangguan Cardiovaskuler
• Cataract lensa mata
• Laju harapan hidup bisa sampai > 50 tahun.
Prognosis:
• IDDM  dengan terapi modern, hasil baik
• NIDDM  bergantung pada gangguan sirkulasi yang
seringnya sudah ada saat didiagnosis.
54
Diabetic Pregnancy
• A small number of women acquire diabetes mellitus
during pregnancy – a phenomenon called gestational
diabetes. DM may also have been present and under
treatment before pregnancy. In both cases, special
precautions are necessary.
• Pre-existing Diabetes
Nearly all women with established DM can have a
normal pregnancy, provided the DM is well controlled
throughout.
55
Diabetic Pregnancy (Cont.)
It is important to plan the pregnancy and to make sure
that the blood glucose level is under particularly good
control before and at the time of conception; otherwise
there is a sightly increased chance of the baby being
malformed.
• If control is poor during the pregnancy, these may be
an increase in the amount of glucose reaching the body
(which makes the baby grow faster than normal), and
this may cause difficulties at birth. Also, the growth of
infants of DM may be stunted, these babies may have
complications in the days imediately after birth,
56
Gestational Diabetes
• Gestational diabetes is most often detected in the
second half of pregnancy, when increased glucose
appears in the urine or the baby is found to be bigger
than expected, when a physician axamines the mother’s
abdomen (though these findings do not always mean the
mother is diabetic).
Apparently, not enough insulin is produced to keep
theblood glucose levels normal during the pregnancy.
Obstetricans now screen for diabetes at 26 weeks.
Gestational diabetes usually disappears with the delivery
or the baby, but can be a sign of future diabetes in up to
three fourths of these mothers.
57
CARE
• When feasible, diabetic pregnancies are treated at highrisk obstetrical centers (many of which other pregnancy
clinics for those with established diabetes to help
achieve good control before conception) and at antenatal
clinics to supervise all aspects of the pregnancy.
• The chances that the baby of a diabetic parent will
become diabetic are about one/100 and if both nparents
are diabetic, about 1/20. If only the father is diabetic, no
special precautuions nee3d to be taken at conception or
during the pregnancy.
58
DIABETES INSIPIDUS
• Gangguan yang jarang, timbul akibat kegagalan kelenjar
pituitari mengsekresi hormon antidiuretik (ADH)
Secara normal hormon tersebut mengurangi jumlah air
yang lewat ginjal menjadi urine, untuk mengatur keseimbangan peringkat kekentalan/encernya darah.
Penyakit pituitary termasuk:
cedera atau tumor.
yang jarang: nephrogenic diabetes incipidus
akibat ginjal gagal merespon kadar ADH normal,
umumnya ini kongenital, namun bisa juga akibat
pyelonephritis.
59
Simtoma, Diagnosis dan Terapi
• Pasien bisa BAK sebanyak 5-20 liter urine/24 jam.
• Bila kebutuhan air tidak terpenuhi, pasien akan nampak
dehidrasi  stupor  dan koma.
Terapi:
• Diberi terapi antidiuretik hormon sentetik.
• Terapi tersebut tidak bias mengatasi pasien dengan
gangguan yang nephrogenic.
• Diet rendah sodium, dan diberi obat untuk mengurangi
gejala rasa haus.
60
Gangguan Metabolism
Catabolism (Katabolism)
&
Anabolism
61
METABOLISM
• Kumpulan istilah sebutan terkait proses kimiawi yang
terjadi di dalam tubuh.
• Metabolism dibagi menjadi:
(1) Katabolism: proses reaksi kimiawi yang memecah
substansi komplek menjadi yang lebih sederhana,
umumnya menghasilkan energi.
Contoh: pembakaran gula di dalam sel tubuh 
energi disertai produk samping CO2 dan H2O
(2) Anabolism proses reaksi kimia yang dengan
komsumsi tenaga membangun substansi komplek
dari substansi yang sederhana.
Contoh: sintese protein komplek dari asam amino
62
LAJU METABOLISM
• BMR (basal metaboilsme rate) adalah jumlah energi
yang diperlukan tubuh agar bisa menjalankan fungsi
dengan normal dalam keadaan istirahat (untuk
mempertahankan laju pernapasan, detak jantung,
suhu badan serta fungsi dasar lain-lain).
• Dinyatakan dalam satuan:
Calori (Joules)/m2 luas badan/jam.
• Laju metaboilsm basal akan meningkat sebagai jawaban
terhadap faktor-faktor, di antaranya:
latihan (exercise), stress, takut, dan keadaan sakit.
Keadaan ini dikontrol oleh berbagai hormon endokrin
63
Laju Metabolism (Lanjutan)
• Contoh hormon: - epinephrine
- nor-epinephrine
- insulin
- corticosteroid
- thyrhoid
yang akan mempengaruhi laju proses kimiawi yang
terjadi di dalam sel tubuh.
64
Gangguan Metabolism
• Abnormalitas yang herediter adalah gangguan,
kekurangan, malfungsi ensim tertentu.
• Gangguan dari endokrinnya sendiri
• Under atau over produksi hormon terkait yang
bertanggung jawab terhadap aktivitas metabolism.
Contoh: - Cushing’s syndrome,
- DM
- insulinoma
- hyperthyroidism
- hypothyroidism
65
EROR yang didapat sejak dilahirkan
Ini merupakan gangguan kimiawi tubuh yang
timbul secara defek genetik tunggal.
• Tipe dan insidens:
Ada kurang-lebih 180 jenis eror metabolism
yang herediter, dari jenis yang tidak berbahaya
sampai jenis yang serius mengganggu, dan
bahkan bisa menimbulkan kematian bayi baru lahir
atau handicap fisik dan mental.
66
EROR yang ....(Lanjutan)
-
Contoh:
Tay-Sache disease,
phenylketonuria,
galactosemia,
berbagai jenis porphyrias,
Flurier’s syndrome dan
berbagai tipe mucopolysaccharoidosis.
fructose intolerance,
Lesch-Nyhan syndrome,
homocystiuria,
glycogen storage diseases,
mucolipidoses dan
sphingolipidosis.
67
Simtoma dan Tanda-tanda
Gangguan individual sangat jarang.
Terbanyak menyerang hanya 1 anak/10.000
sampai 100.000, sering insidens yang tak diketahui,
akibat yang bersangkutan tidak merasa sehingga
tidak memeriksakan diri atau gejalanya sangat
samar, tidak memperoleh perhatian, atau
meninggal sebelum gejala nampak.
68
Simtoma dan Tanda-tanda (Lanjutan-1)
• Kausa:
Nampak sebagai disfungsi ensim (protein yang
menstimulasi reaksi kimiawi di dalam tubuh)
tertentu akibat abnormalitas gene.
Umumnya defek nampak sebagai autosomal
recessive dari gene yang diturunkan.
• Gangguan individual sangat bervariasi.
Pada kasus tertentu ensim abnormal tidak berfungsi
sama sekali.
Pada kasus lain nampak ada aktivitas yang sangat
minim.
69
Simtoma dan Tanda-tanda (Lanjutan-2)
• Simtoma umumnya nampak pada saat dilahirkan,
bisa juga setelah anak tumbuh.
Gejala termasuk: sakit dan kegagalan pertumbuhan
pada bayi, lemah, drowsiness, muntah terus, atau
kejang.
Tanda bisa disertai: pembesaran organ, deformitas
tulang, anemia, katarak, icteric yang menetap,
bau badan, pembentukan batu ginjal yang peristent,
skin rash timbul karena sinar matahari. Intolerans
terhadap makanan tertentu.
• Bisa juga keguguran, lahir meninggal, atau kematian
pada perinatal.
70
Diagnosis
-
-
-
Test pengukuran kadar substansi pada pasien
LFT (liver-function-test)
Fungsi ginjal
Analisis kimia pada specimen biopsi 
menentukan tingkat kadar dan fungsi
ensim tertentu.
Diagnosis dini sangat diperlukan untuk
mencegah komplikasi.
Melalui chorionic villus sampling atau
amniocentesis untuk menentukan tindakan
aborsi dini.
71
Terapi
• Sebagian yang herediter yang perlu terapi.
• Sebagian harus menghindar dari faktor lingkungan
yang bisa berperan dalam timbulnya gangguan.
Contoh: - menghindar dari sinar matahari
- pantang makanan penyebab
• Diberi suplemen vitamin yang membatu fungsi
enzimnya.
• Diberi suntikan enzim tertentu
• Transplantasi sel penghasil enzim
• Terapi pada tingkat gene-terapi
72
GOUT
Gangguan metabolisme yang menyerang sendi
 arthritis, umumnya menyerang satu sendi .
Gout bisa berkaitan dengan batu ginjal (urat) yang
bisa mengakibatkan  gagal ginjal
Simtoma dan Tanda-tanda
Serangan arthritis akut, umumnya pada sendi ibu
jari kaki.
Umumnya menyerang satu sendi tunggal.
Bisa juga menyerang sendi lutut, tumit, lengan,
kaki dan sendi kecil-kecil pada tangan.
73
Simtoma dan Tanda-tanda (Lanjutan-1)
Tanda-tanda sendi yang terserang:
merah
bengkak
sangat sakit, memuncak dalam 24-36 jam.
kemrahan dan bengkak bisa meluas mirip
gejala cellulitis.
rasa sakit sangat berat sehingga pasien tidak
bisa berdiri di atas kaki yang sakit, tidak bisa
menahan sakit walau hanya tersentuh sprei.
Kadang disertai demam.
74
Simtoma dan Tanda-tanda (Lanjutan-2)
• Serangan pertama umumnya melibatkan hanya satu
sendi dan bertahan sampai beberapa hari, namun,
serangan kedua dalam jangka waktu 6 bulan dan 2
tahun setelah srangan pertama.
Setelah serangan kedua, sendi yang terkena bisa
semakin banyak, dan bisa menimkbulkan rasa sakit
yang menahun akibat keruskan yang terjaid pada sendi
terkait akibat inflamasi kronik.
75
Terapi
• Sakit dikontrol dengan NSAID
• Bisa NSAID c.i. Maka diberi colchicin
• Untuk mencapai hasil maksimal, terapi harus sedini
mungkin begitu serangan sakit timbul.
• Pasien yang mudah terserang gangguan ini harus
senantiasa siap dengan obatnya.
• Inflamasi bisa mereda dalam waktu 2-3 hari  dosis
obat diturunkan dan kemudian dihentikan.
76
Terapi (lanjutan)
• Bila tidak ada responds terhadap NSAID atau colchicin
maka diberi suntikan corticosteroid ke dalam sendi
terkait.
• Peningkatan purine (produk DNA) dapat meningkatkan
kadar asam urat di dalam darah.
• Diit bebas purin tidak diperlukan, hanya harus menghindari makanan tinggi purin (hati, organ daging lain-lain,
legume dan poultry)
• Pada orang yang rentan, alkohol juga bisa jadi pemicu.
77
Terapi (Lanjutan)
• Banyak orang hanya mendapat serangan sedikit, maka
tidak perlu terapi khusus.
Obat anti asam urat (allopurinol) bisa untuk membantu
mengurangi formasi urat dan mengekresinya lewat ginjal
dengan bantuan obat uricosuric (probenecid,
sulfinpyrazone).
• Bila kadar urat selalu tinggi, maka obat harus diminum
seumur hidup. Karena gangguan tersebut bisa mengakibatkan hipertensi dan penyakit ginjal.
78