Download Jaringan Informasi

Document related concepts
no text concepts found
Transcript
KONSEP TCP/IP
Apa yang dimaksud dengan
TCP/IP ?
• Adalah suatu kumpulan protokol jaringan dan
layanannya
• Transmission Control Protocol (TCP) menangani
pengiriman message ukuran sembarang yang
handal dan juga mendefinisikan suatu mekanisme
pengiriman yang robust dari semua jenis data pada
suatu jaringan
• Sedangkan Internet Protocol (IP) mengatur routing
dari pentransmisian melewati jaringan antara
pengirim dan penerima, termasuk juga isu yang
terkait dengan pengalamatan jaringan dan
komputer.
TCP/IP Model
Application Layer
Transport
Layer
Internet Layer
Network Access
Layer
Application Layer
• Aplikasi yang berinteraksi langsung dengan “user”
• Data dikirimkan dengan format “tertentu” ke Transport
Layer
• contoh : telnet, ftp, smtp
Transport Layer
• Menangani pengiriman ke “host” tujuan
• Dua protokol terpenting di layer ini adalah
– TCP, connection oriented
– UDP, connectionless
Internet Layer
• Menangani routing datagram ke tujuan
• Melakukan Fragmentasi dan Defragmentasi
• Protokol terpenting, Internet Protocol (IP) dan
Internet Control Message Protocol (ICMP)
Network Access Layer
• Menangani hubungan ke NIC
• Menentukan besar paket
• Konversi IP ke alamat mesin
Enkapulasi Data dalam TCP/IP
Application
header
Transport
Internet
Network Access
Pengiriman Data ke Tujuannya
dalam TCP/IP
Application
Transport
Application
Router
Transport
Internet
Internet
Internet
Network Access
Network Access
Network Access
IP Addressing
Ringkasan : Pengalamatan IP
• Jaringan Internet merupakan integrasi dari
puluhan juta komputer (host) yang tersambung
melalui ratusan ribu jaringan di seluruh dunia.
Komputer di rumah atau di kantor anda dapat
berhubungan dengan komputer manapun di
Internet karena semuanya memiliki IP Address
sebagai alat pengenal. Alokasi IP Address untuk
setiap komputer yang tersambung pada sebuah
jaringan harus dilakukan dengan benar agar
routing dapat berjalan dengan baik. Selain itu,
alokasi IP Address harus efisien karena
jumlahnya yang terbatas. Bagaimana caranya ?
Pendahuluan
• Walaupun bagi para pengguna Internet hanya
perlu mengenal hostname dari mesin yang
dituju, seperti: server.indo.net.id, rad.net.id,
ui.ac.id, itb.ac.id, tetapi bagi komputer untuk
bekerja langsung menggunakan informasi
tersebut akan relatif lebih sulit karena tidak ada
keteraturan yang dapat di programkan dengan
mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, komputer
mengidentifikasi
alamat
setiap
komputer
menggunakan sekumpulan angka sebanyak 32
bit yang dikenal sebagai IP address.
Pendahuluan
• Adanya IP Address merupakan konsekuensi dari
penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan
jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host
(komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin
berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP
Address sebagai alat pengenal host pada network.
• Secara logika, Internet merupakan suatu network besar
yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi.
Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik
untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address
yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda.
Pengalamatan pada TCP/IP
Hubungan Layer dengan Pengalamatan
Alamat Fisik
Kebanyakan LAN menggunakan alamat fisik 48-bit (6 bytes)
yang ditulis sebagai 12 digit hexadecimal digit, dengan
dipisahkan oleh hyphen per 2 byte
Contoh : 07-01-02-01-2C-4B
Alamat IP
Sebagaimana
yang
akan dibicarakan, suatu
alamat internet ( IPv4)
menggunakan 32 bit
yang ditulis dalam 4
angka desimal yang
dipisah oleh tanda titik.
Contoh
167.205.26.161
:
Alamat Port
IP Address
• Alamat merupakan alat agar “paket”
dapat mencapai tujuan
• Pengalamatan harus unik
• IP Address disusun dari 32 bit bilangan
biner
• IP address diapply ke Network
Operation Center
Struktur IP Address
IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang
dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang
berarti memiliki nilai desimal dari 0 - 255.
Range address yang bisa digunakan adalah dari
00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan
11111111.11111111.11111111.11111111.
Jadi, ada sebanyak 232 kombinasi address yang bisa
dipakai diseluruh dunia (walaupun pada kenyataannya ada
sejumlah IP Address yang digunakan untuk keperluan
khusus). Jadi, jaringan TCP/IP dengan 32 bit address ini
mampu menampung sebanyak 232 atau lebih dari 4 milyar
host.
Struktur IP Address
• Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan,
IP Address biasanya direpresentasikan dalam
bilangan desimal. Jadi, range address di atas
dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai
address 255.255.255.255. Nilai desimal dari IP
Address inilah yang dikenal dalam pemakaian
sehari-hari.
• Beberapa contoh IP Address adalah :
– 44.132.1.20
– 167.205.9.35
– 202.152.1.250
Struktur IP Address
• Ilustrasi IP Addres dalam desimal dan biner dapat dilihat
pada gambar 1 berikut :
Desimal
167
205
9
35
Biner 10100111 11001101 00001001 00100011
• IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni
bagian network (bit-bit network/network bit) dan bagian
host (bit-bit host/host bit). Bit network berperan dalam
identifikasi suatu network dari network yang lain,
sedangkan bit host berperan dalam identifikasi host
dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang
tersambung dalam jaringan yang sama memiliki bit
network yang sama.
Kelas-kelas Jaringan
• Garis pemisah antara bagian network dan
host tidak tetap, bergantung kepada kelas
network. Ada 3 kelas address yang utama
dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B dan
kelas C. Perangkat lunak Internet Protocol
menentukan pembagian jenis kelas ini
dengan menguji beberapa bit pertama dari
IP Address.
Kelas A
• Jika bit pertama dari IP Address adalah 0, address merupakan
network kelas A. Bit ini dan 7 bit berikutnya (8 bit pertama)
merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit
host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari
nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network
dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host (xxx adalah
variabel, nilainya dari 0 s/d 255). Ilustrasinya dapat dilihat pada
gambar 2 berikut.
0-127
0-255
0-255
0-255
0nnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhhh
Bit-bit Network
Bit-bit Host
Kelas B
•
Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan
network kelas B. Dua bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama)
merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit
host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B
(64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx.
Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host
(2562). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 3 berikut.
128-191
0-255
0-255
0-255
10nnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh
Bit-bit Network
Bit-bit Host
Kelas C
•
Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan
network kelas C. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama)
merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit
host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C
(32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai
223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu
menampung sekitar 256 host. Ilustrasinya dapat dilihat pada
gambar di bawah.
192-223
0-255
0-255
0-255
110nnnnn nnnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh
Bit-bit Network
Bit-bit Host
Kelas D dan E
•
Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk
pemakaian khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama
adalah 1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan
untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang
memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian
network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang
memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan
multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet
adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan
lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast
Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama
adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya
dicadangkan untuk kegiatan eksperimental.
Kelas Jaringan
Netid dan Hostid
Mengartikan suatu Address
26
104
0
19
128
66
12
1
192
178
16
1
Mengartikan suatu Address
26
104
128
66
192
178
0
19
Host 104.0.19 dari
network 26
(Klas A)
16
1
Mengartikan suatu Address
26
104
0
19
128
66
12
1
192
178
Host 12.1 dari
network 128.66
(Klas B)
Mengartikan suatu Address
26
104
128
66
192
178
0
19
Host 1 dari
network 192.178.16
(Klas C)
16
1
Beberapa Address Khusus
•
•
•
•
•
Default Route ( Network 0 )
Loopback Address ( Network 127 )
Network Address
Broadcast Address
Netmask Address
Address Khusus : Network Address
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network
pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP
Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet,
network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Address
ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2
segmen terakhir menjadi 0. Tujuannya adalah untuk
menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router
cukup melihat network address (167.205) untuk
menentukan kemana paket tersebut harus dikirimkan.
Contoh untuk kelas C, network address untuk IP address
202.152.1.250 adalah 202.152.1.0.
Address Khusus : Network Address
Address Khusus : Network Address
Analogi yang baik untuk menjelaskan fungsi network
address ini adalah dalam pengolahan surat pada kantor
pos.
Petugas penyortir surat pada kantor pos cukup melihat
kota tujuan pada alamat surat (tidak perlu membaca
seluruh alamat) untuk menentukan jalur mana yang harus
ditempuh surat tersebut.
Pekerjaan “routing” surat-surat menjadi lebih cepat.
Demikian juga halnya dengan router di Internet pada saat
melakukan routing atas paket-paket data.
Address Khusus : Broadcast Address
Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi
yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada
suatu network. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki
header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang
akan dituju oleh paket tersebut.
Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja
yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan
mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin
mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada
networknya ? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi
paket sebanyak jumlah host tujuan.
Address Khusus : Broadcast Address
•Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban kerja
host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket
tersebut sama.
•Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host
cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host
yang ada pada network akan menerima paket tersebut.
•Konsekuensinya, seluruh host pada network yang sama
harus memiliki address broadcast yang sama dan address
tersebut tidak boleh digunakan sebagai IP Address untuk
host tertentu.
Address Khusus : Broadcast Address
•Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk
menerima paket : pertama adalah IP Addressnya yang
bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada
network tempat host tersebut berada.
•Address broadcast diperoleh dengan membuat seluruh bit
host pada IP Address menjadi 1.
•Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau
167.205.240.2,
broadcast
addressnya
adalah
167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address
tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga
secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang
dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
Address Khusus : Broadcast Address
Address Khusus : Netmask
•Adalah address yang digunakan untuk
melakukan masking / filter pada proses
pembentukan routing supaya kita cukup
memperhatikan beberapa bit saja dari total 32
bit IP Address.
•Artinya dengan menggunakan netmask tidak
perlu kita memperhatikan seluruh (32 bit) IP
address untuk menentukan routing, akan tetapi
cukup beberapa buah saja dari IP address yg
kita perlu perhatikan untuk menentukan
kemana packet tersebut dikirim.
Subnetting
Ringkasan : Subnetting IP Address
• Jumlah IP Address sangat terbatas, apalagi jika
harus memberikan alamat semua host di Internet.
Oleh karena itu, perlu dilakukan efisiensi dalam
penggunaan IP Address supaya dapat mengalamati
semaksimal mungkin host yang ada dalam satu
jaringan. Konsep subnetting dari IP Address
merupakan teknik yang umum digunakan di Internet
untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam
sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan
penggunaan IP Address. Routing & konsekuensi
logis lainnya akan terjadi dengan lebih effisien
dengan metoda subnetting yang baik.
Tujuan Subnetting IP Address
• Untuk beberapa alasan yang menyangkut efisiensi IP
Address, mengatasi masalah topologi network dan
organisasi, network administrator biasanya melakukan
subnetting.
• Esensi dari subnetting adalah “memindahkan” garis
pemisah antara bagian network dan bagian host dari
suatu IP Address. Beberapa bit dari bagian host
dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian network.
Address satu network menurut struktur baku dipecah
menjadi beberapa subnetwork. Cara ini menciptakan
sejumlah network tambahan dengan mengurangi jumlah
maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
Perbandingan
Tujuan Subnetting IP Address
• Tujuan lain dari subnetting yang tidak kalah pentingnya
adalah untuk mengurangi tingkat congesti dalam suatu
network.
• Subnetting juga dilakukan untuk mengatasi perbedaan
hardware dan media fisik yang digunakan dalam suatu
network. Router IP dapat mengintegrasikan berbagai
network dengan media fisik yang berbeda hanya jika
setiap network memiliki address network yang unik.
• Selain itu, dengan subnetting, seorang network
administrator dapat mendelegasikan alokasi IP address
untuk host di seluruh departemen dari suatu perusahaan
besar kepada setiap departemen, untuk memudahkannya
dalam mengatur keseluruhan network
Ilustrasi
• Perhatikan ilustrasi pada Gambar 1, hal ini sama dengan ratusan
orang berada pada suatu ruangan. Jika ada banyak orang yang
berbicara pada saat bersamaan, maka pendengaran kita terhadap
seorang pembicara akan terganggu oleh pembicara lainnya.
Akibatnya, kita bisa salah menangkap isi pembicaraan, atau bahkan
sama sekali tidak bisa mendengarnya. Artinya tingkat kongesti dalam
jaringan yang besar akan sangat tinggi, karena probabilitas
“tabrakan” pembicaraan bertambah tinggi jika jumlah yang berbicara
bertambah banyak
Ethernet
Server
Subnetting Fisik
• Untuk menghindari terjadinya kongesti akibat terlalu
banyak host dalam suatu physical network, dilakukan
segmentasi jaringan.
Ke Internet
Workstation
Workstation
Workstation
Workstation
Router
Workstation
Workstation
Workstation
Workstation
Network Departemen A
Network Departemen B
Network Backbone
Perusahaan
Workstation
Workstation
Ethernet
Workstation
Network Departemen
B
Workstation
Ethernet
Workstation
Workstation
Workstation
Network Departemen C
Workstation
Network Departemen D
Subnetting Logik
• Setelah membuat subnet secara fisik, kita juga harus
membuat subnet logic. Masing-masing subnet fisik setiap
departemen harus mendapat subnet logic yang berbeda,
berupa network address yang merupakan bagian (sub) dari
network address perusahaan.
• Suatu subnet didefinisikan dengan mengimplementasikan
masking bit (subnet mask) kepada IP Address. Struktur
subnet mask sama dengan struktur IP Address, yakni terdiri
dari 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Bentuk subnet mask
adalah urutan bit 1, diikuti bit 0. Jumlah bit 1 menentukan
tingkat subnet mask.
Implementasi Subnetting
• Menggunakan subnetmask
• Format subnetmask sama dengan format IP
Address ( 32 bit )
• Bit-bit IP Address yang dimasking akan
dianggap sebagai bit-bit network
• Level masking pada umumnya dinyatakan
dengan jumlah bit
Contoh Subnet Mask
• Subnetmask di atas identik dengan standard IP Address kelas
B. Dengan menerapkan subnet mask tersebut pada satu
network
kelas A, dapat dibuat 256 subnetwork baru
(44.1.xxx.xxx, 44.2.xxx.xxx, 44.3.xxx.xxx dst. sampai
44.255.xxx.xxx) dengan kapasitas masing-masing subnet
setara dengan satu network kelas B.
• Network address dan broadcast address untuk setiap network
berubah, karena komposisi bit-bit host dan bit-bit network juga
berubah. Penerapan subnet yang lebih jauh, misalnya 24 bit
(255.255.255.0 atau FF.FF.FF.00) pada kelas A akan
menghasilkan 2562 network (lebih dari 65 ribu network) setara
kelas C dengan kapasitas masing-masing subnet sebesar 256
host.
• Network kelas A, B atau C juga dapat dibagi-bagi lagi menjadi
beberapa subnet dengan menerapkan subnet mask yang lebih
tinggi seperti 25 bit, 26 bit atau 27 bit dst.
Contoh Subnetmask
• 11111111.11111111.00000000.00000000
( 255.255.0.0 atau FF.FF.0.0 )
• 11111111.11111111.11111111.00000000
( 255.255.255.0 atau FF.FF.FF.0 )
• 11111111.11111111.11111111.11100000
( 255.255.255.224 atau FF.FF.FF.E0 )
Contoh Masking 16 bit untuk kelas A
44
132
1
20
00101100 10000100 00000001 00010100
IP Address
255
255
0
0
11111111 11111111 00000000 00000000
Subnet Mask
44
132
0
0
00101100 10000100 00000000 00000000
Network Address
44
132
255
255
00101100 10000100 11111111 11111111
Broadcast Address
Contoh Masking 24 bit untuk kelas A
44
132
1
20
00101100 10000100 00000001 00010100
IP Address
255
255
255
0
11111111 11111111 11111111 00000000
Subnet Mask
44
132
1
0
00101100 10000100 00000001 00000000
Network Address
44
132
1
255
00101100 10000100 00000001 11111111
Broadcast Address
Contoh Masking 27 bit untuk kelas B
167
205
9
41
10100111 11001101 00001001 00101001
IP Address
255
255
255
224
11111111 11111111 11111111 11100000
Subnet Mask
167
205
9
32
10100111 11001101 00001001 00100000
Network Address
167
205
9
63
10100111 11001101 00001001 00111111
Broadcast Address
Keterangan
• 27 bit pertama adalah bit-bit network,
sedangkan 5 bit terakhir adalah bit-bit host
• Ada 32 ( 25 ) kombinasi bit host
• Bit host 00000 ==> network address
Bit host 11111 ==> broadcast address
• Setiap subnetwork dapat menampung 30
host ( selain nomor 00000 dan 11111 )
Subnetting dengan 27 bit mask
167
205
9
xxx
10100111 11001101 00001001 xxxxxxxx
11111111 11111111 11111111 11100000
Byte Akhir
10100111
10100111
10100111
10100111
10100111
10100111
10100111
10100111
0-31
32-63
64-95
96-127
128-159
160-191
192-223
224-255
11001101
11001101
11001101
11001101
11001101
11001101
11001101
11001101
00001001
00001001
00001001
00001001
00001001
00001001
00001001
00001001
000xxxxx
001xxxxx
010xxxxx
011xxxxx
100xxxxx
101xxxxx
110xxxxx
111xxxxx
Keterangan
• Dari satu kelas C mendapatkan 8 subnet
• Segmentasi : 1 x 256 ==> 8 x 32
• Masing-masing segmen mempunyai broadcast
address dan network address sendiri
Routing
Pendahuluan
• Internetwork menggunakan proses routing untuk
mengirimkan dari suatu network ke network yang
lain.Untuk menjaga data di dalam jalan yang terbaik
ke suatu tujuan , beberapa urutan route di dalam
network sangatlah dibutuhkan.
• Route network dalam proses pengiriman data diatasi
oleh protocol routing.LAN (Local Area Network)
mempunyai
suatu
batas
performance
yang
bergantung pada ukuran atau kompleksitas dari LAN
tersebut.Ukuran batasan itu antara lain :
–
–
–
–
Ukuran segmen fisik network.
Banyaknya host yang ada di setiap segmen.
Besarnya jumlah dari trafik data.
Keberagaman topologi network.
Syarat Konfigurasi Routing
• Mengetahui Konfigurasi Network
• Mengetahui IP Address Gateway
Contoh Konfigurasi Network
167.205.20.3
167.205.20.5
44.132.1.0
167.205.20.0
TOKEN RING
167.205.20.11
44.132.1.20
Gateway 1
167.205.22.5
44.132.1.5
Gateway 2
167.205.22.0
167.205.22.18
Ethernet
Gateway 3
To Internet
167.205.22.6
167.205.22.3
167.205.22.20
Contoh Konfigurasi Network
167.205.20.3
167.205.20.5
ifconfig167.205.20.0
ed0 167.205.20.11 netmask 255.255.255.0
44.132.1.0
TOKEN
RING
broadcast 167.205.20.255
167.205.20.11
44.132.1.20
Gateway 1
167.205.22.5
44.132.1.5
Gateway 2
167.205.22.0
167.205.22.18
Ethernet
Gateway 3
To Internet
167.205.22.6
167.205.22.3
167.205.22.20
Contoh Konfigurasi Network
167.205.20.3
167.205.20.5
ifconfig167.205.20.0
ed0 167.205.20.11 netmask 255.255.255.0
44.132.1.0
TOKEN
RING
broadcast 167.205.20.255
167.205.20.11
44.132.1.20
Gateway 1
167.205.22.5
44.132.1.5
Gateway 2
167.205.22.0
167.205.22.18
Ethernet
ifconfig ed1 167.205.22.5 netmask 255.255.255.0
Gateway 3
broadcast 167.205.22.255
To Internet
167.205.22.6
167.205.22.3
167.205.22.20
Contoh Konfigurasi Network
167.205.20.3
167.205.20.5
44.132.1.0
167.205.20.0
TOKEN RING
167.205.20.11
44.132.1.20
Gateway 1
167.205.22.5
44.132.1.5
Gateway 2
167.205.22.0
167.205.22.18
Ethernet
Gateway 3
To Internet
167.205.22.6
167.205.22.3
167.205.22.20
Contoh Konfigurasi Network
$ netstat -nr
167.205.20.3
167.205.20.5
44.132.1.0
167.205.20.0
TOKEN RING
167.205.20.11
44.132.1.20
Gateway 1
167.205.22.5
44.132.1.5
Gateway 2
167.205.22.0
167.205.22.18
Ethernet
Gateway 3
To Internet
167.205.22.6
167.205.22.3
167.205.22.20
Contoh Konfigurasi Network
$ netstat -nr
167.205.20.3
167.205.20.5
Routing
tables
Destination
Gateway
127.0.0.1
127.0.0.1
167.205.20.0 167.205.20.0
167.205.20.3
TOKEN RING
167.205.22.0
167.205.22.5
Flags
UH
U
U
167.205.20.11
Use
105
44.132.1.0
3075
1025
Interface
lo0
ed0
ed1
44.132.1.20
Gateway 1
167.205.22.5
Refcnt
1
35
43
44.132.1.5
Gateway 2
167.205.22.0
167.205.22.18
Ethernet
Gateway 3
To Internet
167.205.22.6
167.205.22.3
167.205.22.20
ROUTING
• Proses pengambilan keputusan : lewat
gateway yang mana paket harus
dilalukan
• Routing dilakukan untuk setiap paket
Algoritma Routing
• Didalam penentuan jalur untuk routing
diperlukan suatu variabel yang dinamakan
metric misalnya jumlah traffic.Metric digunakan
untuk menentukan jalur yang paling baik untuk
ditempuh dalam mengirimkan suatu paket data.
• Protokol routing membentuk suatu tabel routing
yang digunakan untuk meyeleksi jalur yang akan
digunakan.Didalam tabel routing terdapat suatu
alamat tujuan paket data dan hop yaitu suatu
router yang akan dituju setelah router tersebut.