Download unemployment - Google Drive

Survey
yes no Was this document useful for you?
   Thank you for your participation!

* Your assessment is very important for improving the workof artificial intelligence, which forms the content of this project

Document related concepts
no text concepts found
Transcript
Review Materi Kuliah
Solow - Model
Model pertumbuhan Solow dirancang utk
menunjukkan bgm pertumbuhan persediaan
modal, pertumbuhan angkatan kerja, dan ke
majuan teknologi berinteraksi dlm perekono
mian, serta bgm pengaruhnya thd out put brg
dan jasa suatu Negara secara keseluruhan
Model pertumbuhan Solow menunjuk
kan bhw dlm jangka panjang tingkat
tabungan suatu perekonomian dpt me
nunjukkan ukuran persediaan modal
dan tingkat produksinya. Semakin
tinggi tingkat tabungan, semakin tinggi
pula persediaan modal dan semakin
tinggi tingkat output
Dlm Model Solow, kenaikan tingkat
tabungan mempunyai efek pada
tingkat pendapatan per kapita; me
munculkan periode pertumbuhan yg
cepat, tetapi akhirnya pertumbuhan
itu melambat ketika kondisi mapan yg
baru sdh dicapai.
Jadi, meskipun tingkat tabungan yg
tinggi menghasilkan tingkat output
kondisi mapan yg tinggi, tabungan itu
sendiri tdk dpt menghasilkan pertum
buhan ekonomi yg berkesinambungan
Tingkat modal yg memaksimalkan kon
sumsi pada kondisi mapan disebut
Tingkat Kaidah Emas. Jika perekonomi
an memiliki lebih banyak modal dlm
kondisi mapan Kaidah Emas maka
mengurangi tabungan akan meningkat
kan konsumsi di seluruh titik waktu.
Sebaliknya, jika perekonomian memi
liki lbh sedikit modal dlm kondisi
mapan Kaidah Emas, maka utk men
capai Kaidah Emas investasi perlu di
tingkatkan, dan dgn demikian kon
sumsi akan lbh rendah utk generasi
skr
 Model Solow menunjukkan bhw
tingkat pertumbuhan populasi dlm
perekonomian adalah determinan
jangka panjang lain dari standar
kehidupan. Jadi semakin tinggi tingkat
pertumbuhan populasi, semakin
rendah tingkat output dan tingkat
modal per pekerja
 Teori lain melihat efek lain dari
pertumbuhan populasi. Malthus
memperlihatkan pertumbuhan
populasi akan membebani sumber
daya alam yg diperlukan utk
memproduksi makanan, sementara
Kremer menunjukkan bhw populasi yg
besar bisa meningkatkan kemajuan
teknologi
Swan - Model
Tujuan Utama Kebijakan Ekonomi Makro yg
dijalankan oleh pemerintah di suatu negara
adalah sbb :
1. Menjaga Keseimbangan Internal (Internal balance)
2. Menjaga Keseimbangan Eksternal (External Balance)
3. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi yg relatif tinggi dan stabil
4. Distribusi Pendapatan yg relatif merata
 Internal Balance adalah suatu keadaan equilibrium atau
keseimbangan di DN antara tingkat pengangguran
(unemployment) yg dpt ditolerir sekitar 2 – 3 % per tahun
(frictional unemployment) sbg akibat dari proses
perpindahan pekerjaan dan tingkat inflasi yg relatif rendah
sekitar 2 – 3 % per tahun
 External Balance adalah suatu keadaan equilibrium dari
Balance of Payment (BOP) atau suatu keadaan temporary
disequilibrium dgn pengertian posisi BOP dlm keadaan
surplus utk menutup kekurangan international reserve suatu
negara.
 Pada umumnya pemerintah akan lbh memprioritaskan internal
balance drpd external balance nya, tetapi kadang-kadang
terpaksa menggeser prioritasnya jika menghadapi external
balance yg besar dan terus menerus
 Utk menganalisis Internal Balance dan External
Balance digunakan suatu model yg dikembangkan
oleh Trevor Swan, dari ANU, shg disebut Model
Swan (lihat graphik)
 Kurva IB menggambarkan kombinasi nilai mata uang
atau exchange rate ( e ) dan total pengeluaran
domestik (C + I + G ) yg menghasilkan internal
balance atau keseimbangan di DN yg diinginkan dlm
perekonomian di mana tingkat pengangguran relatif
rendah dan tingkat harga yg stabil or inflasi yg
rendah juga (msg2 antara 2-3%)
 Dlm hal ini, area yg berada di sisi kiri bwh dari kurva
IB menunjukkan posisi perekonomian yg berada dlm
keadaan unemployment
Swan Model
Exchange Rate (e)
EB
III. Inflation
& Surplus
F
K
L
D
II. Unemoployment
& Surplus
e’
IV. Inflation
& Defisit
Q
B
M
e”
G
H
I. Unemployment
& Defisit
A
0
IB
N
𝐘𝐞
Y=C+I+G
Domestic Spending
 Sebaliknya, area yg berada di sisi kanan atas dari
kurva Ibmenunjukkan posisi perekonomian yg berada
dlm keadaan inflasi
 Kurva EB menggambarkan kombinasi nilai mata uang
atau exchange rate ( e ) dan total pengeluaran
domestik (C+I+G) yg menghasilkan external balance
atau keseimbangan neraca transaksi berjalan current
account (X = M).
 Dlm hal ini area yg berada di sisi kanan bawah dari
kurva EB menunjukkan posisi current account defisit.
 Sebaliknya, area yg berada di sisi kiri atas dari kurva
EB menunjukkan posisi current account surplus
 Perpotongan kurva IB dan EB pd titik Q menunjukkan
tercapainya posisi internal dan eksternal ekuilibrium
secara simultan
 Ini berarti bhw titik Q menunjukkan kombinasi
exchange rate ( e ) dan pengeluaran domestik total
(C+I+G) yg secara teoritis menghasilkan perekonomian
yg tdk dlm keadaan “unemployment” dan “inflasi”
serta posisi current account yg equilibrium, jadi tdk
defisit maupun tdk surplus
 Utk lbh realistis dpt dikatakan bhw perekonomian
berada dlm tingkat inflasi yg relatif rendah (sekitar 23%) dgn tingkat pengangguran yg msh dpt ditolerir
(sekitar 2% - 3 %)
 Dari perpotongan kurva IB dan EB akan diperoleh 4
(empat) kuadran dan kombinasi kebijakan yg bisa
diambil pemerintah :
Kombinasi Kebijakan Fiskal dan Moneter
Posisi
Kondisi
Kebijakan
Kuadran
Titik
Ekonomi
BOP
Internal
Eksternal
I
A
Unemployment
Defisit
Ekspansif
Devaluasi/Depresiasi
I
N
Unemployment
Defisit
Kontraktif
Devaluasi/Depresiasi
II
B
Unemployment
Surplus
Ekspansif
Revaluasi/Apresiasi
II
D
Unemployment
Surplus
Ekspansif
Revaluasi/Apresiasi
III
F
Inflation
Surplus
Ekspansif
Revaluasi/Apresiasi
III
K
Inflation
Surplus
Kontraktif
Revaluasi/Apresiasi
IV
L
Inflation
Defisit
Kontraktif
Devaluasi/Depresiasi
IV
M
Inflation
Defisit
Kontraktif
Devaluasi/Depresiasi
Kebijakan Fiskal & Moneter
utk mencapai Keseimbangan
Internal dan Eksternal
A. Macro-economic Equilibrium
 Secara teoritis, pencapaian Internal dan External
Macro-economic Equilibrium ditunjukkan oleh
equilibrium ketiga sektor ekonomi berikut ini :
1. Keseimbangan pasar barang atau good market
equilibrium di mana jumlah brg yg ditawarkan
sama dgn jumlah brg yg diminta. Keseimbangan
ini digambarkan dgn kurva IS yg menunjukkan
kombinasi antara tingkat bunga (i) dan pendapat
an (Y) pd pasar brg. Keseimbangan dlm pasar brg
akan terjadi bila terjadi hal berikut ini :
S+M=I+X
Kurva IS mempunyai slope negatif, krn semakin rendah
tingkat bunga maka akan semakin besar Investasi ( I )
shg income (Y) akan semakin tinggi pula
2. Keseimbangan pasar uang (money market equili
brium) di mana jumlah uang yg ditawarkan (Ms)
sama dgn jumlah uang yg diminta (Md) atau dgn per
kataan lain : Ms = Md. Keseimbangan ini digambar
kan dgn kurva LM yg menunjukkan kombinasi antara
tingkat bunga ( i ) dan pendapatan ( Y ) di pasar uang.
Kurva LM mempunyai slope positif krn semakin naik
income (Y) akan semakin banyak permintaan uang
(Md). Jika penawaran uang (Ms) tdk berubah, maka
keseimbangan pasar baru akan terjadi apabila tingkat
bunga mengalami kenaikkan
3. Keseimbangan Neraca Pembayaran (BOP Equili
brium)di mana saldo current account (CA) ditambah
saldo capital account (CA + KA) sama dgn nol (0) atau
CA + KA = 0.
4. Keseimbangan ini digambarkan dgn kurva BP yg
menunjukkan kombinasi antara tingkat bunga ( i )
dan pendapatan (Y) di pasar valas.
5. Kurva BP ini mempunyai slope positif krn dgn kenaik
an tingkat bunga, maka akan terjadi arus modal
masuk ke DN dan capital account (KA) menjadi
surplus.
6. Arus modal yg masuk ini akan mendorong peningkat
an impor yg menyebabkan current account (CA) men
jadi defisit yg jumlahnya lbh kurang sama dgn surplus
capital account (KA)
7. Hal ini akan mengakibatkan tercapainya keseimbang
an baru yg lbh tinggi antara tingkat bunga ( i ) dan
pendapatan (Y). Dlm hal ini, kebijakan ekonomi makro
terbuka selalu ditujukan utk mencapai macro-econo
mic equilibrium dlm arti tercapainya keseimbangan
dlm ketiga pasar tsb secara simultan.
8. Pada graphik berikut, keadaan macro-economic
equilibrium tsb ditunjukkan oleh titik E yg merupakan
titik potong antara kurva IS, kurva LM, dan kurva BP di
mana tingkat bunga DN i = ie dan tingkat pendapatan
nasional Y = Ye
Macroeconomic Equilibrium
Interest Rate
(i)
BP
LM
ie
E
IS
0
Ye
Income
Y
Fisher Effect
Effek Fisher
 Persamaan Fisher menjelaskan perbedaan antara tingkat
bunga nominal dan tingkat bunga real.
 Effek Fisher adalah hubungan satu thd satu (one-to-one)
antara tingkat inflasi dan tingkat bunga nominal spt ter
lihat dlm persamaan Fisher berikut :
i=r+π
Tkt Bunga Nominal
Aktual (at market price)
Tkt Bunga Real
Inflasi
 Persamaan ini menunjukkan bhw Tingkat Bunga Nominal dpt
berubah krn 2 (dua) hal : krn Tingkat Bunga Real berubah atau
krn Tingkat Inflasi berubah.
 Teori Kuantitas Uang dan Persamaan Fisher secara ber-sama2
menjelaskan bgm tingkat pertumbuhan uang beredar mempe
ngaruhi tingkat bunga nominal.
 Berdasarkan Teori Kuantitas Uang, kenaikan 1 % pertumbuhan
uang beredar akan menyebabkan kenaikan tingkat inflasi 1 %
 Berdasarkan Persamaan Fisher, kenaikan 1 % Tingkat Inflasi
sebaliknya akan meningkatkan 1 % Tingkat Bunga Nominal
 Berikut ini adalah gambaran hubungan antara kedua persama
an tsb di atas : Persamaan Kuantitas Uang dlm bentuk persen
tase perubahan dan Persamaan Fisher :
% Change in M + % Change in V = % Change in P + % Change in Y
% Change in M + % Change in V =
p
+ % Change in Y
i=r+ p
Ex Ante VS Ex Post Tingkat Bunga Real
 Tingkat Bunga Real yg diharapkan oleh peminjam maupun
pemberi pinjaman ketika melakukan transaksi pinjaman
disebut sbg “ex ante real interest rate”
 Tingkat Bunga Real yg secara aktual direalisasikan dlm tran
saksi pinjaman disebut sbg “ ex post real interest rate”.
 Walaupun peminjam dan pemberi pinjaman tdk dpt mempre
diksi Tingkat Inflasi di masa yg akan dtg dgn pasti, mereka
tetap mempunyai ekspektasi ttg tingkat inflasi .
 Misalkan π adalah tingkat inflasi aktual di masa yg akan dtg
dan πe adalah ekspektasi tingkat inflasi di masa yg akan dtg.
 ex ante real interest rate adalah (i - πe) dan ex post real in
terest rate nya adalah (i – π). Kedua tingkat bunga ini berbeda
bila inflasi aktual π berbeda dari tingkat ekspektasi inflasi πe.
 Bgm perbedaan ini memodifikasi Effek Fisher ??
 Sesungguhnya, Tingkat Bunga Nominal tdk dpt melakukan
penyesuaian (adjustment) thd Tingkat Inflasi Aktual, krn
Tingkat Inflasi Aktual tdk diketahui ketika Tingkat Bunga
Nominal ditetapkan.
 Tingkat Bunga Nominal hanya bisa melakukan penyesuaian
thd Ekspektasi Tingkat Inflasi.
i=r+
e
p
 ex ante real interest rate r ditentukan oleh equilibrium di
pasar brg dan jasa, spt telah disebutkan sebelumnya di dlm
model di chapter 3 (grafik 3.7 sd 3.11) .
 Sementara Tingkat Bunga Nominal i bergerak satu demi satu
(one-for-one) bersama dgn perubahan Ekspektasi Tingkat
Inflasi πe.
Taylor Principles
Kebijakan Moneter John Taylor
Big Questions ???
Apa yg hrs dilakukan bila ingin menetapkan tingkat
bunga utk mencapai harga yg stabil sambil mencegah
fluktuasi besar dlm output dan kesempatan kerja ???
Brp target dana yg hrs tersedia di Bank Sentral ??
Pedoman memilih target dana di Bank Sentral (1)
Tingkat Dana di
Bank Sentral naik
Inflasi Tinggi
Tingkat
Bunga
Inflasi Turun
Money
Supply
Investasi
Pengangguran
Tingkat
Output
Pedoman memilih target dana di Bank Sentral (2)
Aktifitas
Ekonomi riil
Tingkat Dana di
Bank Sentral turun
Tingkat
Bunga
Inflasi Naik
Money
Supply
Investasi
Pengangguran
Tingkat
Output
Taylor Principle
Tingkat
Dana
Nominal
=
Inflasi
+ 2.0 + 0.5 (Inflasi – 2.0) – 0.5 (GDP Gap)
 Menurut Taylor, tingkat dana federal sama dgn 2 % bila Inflasi
adalah 2 % dari GDP berada pd tingkat alamiahnya
 Utk setiap persentase di mana Inflasi naik di atas 2 % , tingkat
dana federal riil naik sebesar 0.5 %
 Utk setiap persentase di mana GDP riil turun di bawah tingkat
alamiahnya, tingkat dana federal turun sebesar 0.5 %.
 Jika GDP naik di atas tingkat alamiahnya, shg senjang GDP
negatif, tingkat dana federal riil akan naik
arigatou gozaimasu