Download Aplikasi Marka Molekuler Terpaut Gen

Survey
yes no Was this document useful for you?
   Thank you for your participation!

* Your assessment is very important for improving the work of artificial intelligence, which forms the content of this project

Document related concepts
no text concepts found
Transcript
DWINITA ET AL.: MARKA MOLEKULER UNTUK KETAHANAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI
Aplikasi Marka Molekuler Terpaut Gen-gen Ketahanan Penyakit
Hawar Daun Bakteri dalam Seleksi Tetua Persilangan
Dwinita W.Utami1, E.M Septiningsih2, S Yuriyah1, I Hanarida1
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian
Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor, Jawa Barat
2
International Rice Research Institute
DAPO Box 7777, Metro Manila, Philippines
1
ABSTRACT. Use of Molecular Markers Linked to Genes for
Bacterial Leaf Blight Resistance in Selections for Rice
Breeding Parents. Bacterial leaf blight disease (BLB) caused by
Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) is one of the most dynamic
rice pathogens. Virulence of the Xoo isolates from different regions
varied considerably, as a manifestation of the dynamic hostpathogen relationships. Multigenic rice lines with a broad spectrum
of BLB resistance need to be developed to deal with the dynamic
Xoo population in the field. In the previous studies, a number of
molecular markers linked to several BLB resistance genes had
been designed. The purpose of this study was to apply some
molecular markers that were linked to BLB resistance genes Xa7,
Xa21, Xa26 and Xa4, on survey of the polymorphism between
parents of the crossing. The rice genetic materials used in this
study were Ciherang as a recurrent parent and isogenic lines IRBB
10 and IRBB66 as parental donor for the target genes of Xa4/Xa26,
Xa7 and Xa21. The molecular markers used for the target genes
were from the previous research and basic information on
nucleotide sequences of each target gene was derived from the
Rice Genome Browser. The markers were applied for survey of
polymorphism between the parents. The results showed that the
molecular markers showed polymorphism between alleles of the
donor parents (IRBB66 and IRBB10) and the recurrent parent
(Ciherang). These markers were RM20589 and RM20590 for the
Xa7 gene; Xa21-LD21 for the Xa21 gene, Xa26-LD36 for the Xa26
gene, and Xa4-LD15 for the Xa4 gene. All of these polymorphic
molecular markers can be applied in selection process for BLB
resistance among of rice progenies from crosses of the respective
parents.
Keywords: Molecular markers, BLB gene resistance, rice
parental survey
ABSTRAK. Bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo),
penyebab penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) termasuk salah satu
patogen yang dinamis. Perbedaan virulensi antar solat yang berasal
dari berbagai daerah terhadap varietas padi merupakan
meanifestasi kedinamisan dari Xoo. Varietas padi yang memiliki
ketahanan berspektrum luas, memiliki beberapa gen ketahanan,
terhadap penyakit HDB, perlu dirakit untuk menghadapi kedinamisan
Xoo.di lapangan. Pada penelitian sebelumnya telah didisain
beberapa marka molekuler terpaut dengan gen-gen ketahanan
terhadap HDB. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peluang
aplikasi marka molekuler yang yang telah didesain dari penelitian
sebelumnya terhadap keterpautan dengan gen ketahanan terhadap
HDB, Xa7, Xa21, Xa26, dan Xa4, dalam survei polimorfisme tetua
persilangan. Material genetik yang digunakan adalah varietas
Ciherang sebagai tetua penerima gen target dan galur isogenik
IRBB 10 dan IRBB66 sebagai tetua donor atau sumber gen ketahanan
HDB, Xa4/Xa26, Xa7, dan Xa21. Beberapa marka molekuler yang
digunakan berasal dari penelitian terdahulu, sedangkan informasi
sekuen basa nukleotida masing-masing gen target diperoleh dari
152
rice genome browser. Marka-marka tersebut diaplikasikan untuk
survei polimorfisme di antara tetua-tetua yang dianalisis. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa beberapa marka penanda gen-gen
ketahanan menunjukkan polimorfisme alel antara tetua donor
(IRBB66 dan IRBB10) dengan varietas penerima (Ciherang). Markamarka molekuler tersebut adalah RM20589 dan RM20590 untuk gen
Xa7; Xa21-LD21 untuk gen Xa21, Xa26-LD36 untuk gen Xa26, dan
Xa4-LD15 untuk gen Xa4. Marka-marka molekuler ini dapat
diaplikasikan dalam proses seleksi progeni hasil persilangan antar
tetua tersebut.
Kata kunci: Marka molekuler, gen tahan HDB, seleksi tetua padi
H
awar Daun Bakteri (HDB) yang disebabkan oleh
bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae
(Xoo) merupakan salah satu penyakit utama
tanaman padi yang dapat menyebabkan kehilangan
hasil dan bahkan menggagalkan panen. Di beberapa
lokasi endemik HDB, penurunan produksi padi dapat
mencapai 50%, sehingga perakitan padi tahan penyakit
ini perlu terus diupayakan. Hasil pengujian pada tahuntahun sebelumnya menunjukkan bahwa gen ketahanan
belum terpatahkan oleh patotipe Xoo yang dominan di
daerah endemik HDB di Indonesia, terutama di Jawa
dan Bali (Triny et al. 2009). Oleh karena itu, gen Xa7
potensial diaplikaskan sebagai salah satu gen target
dalam pembentukan galur-galur tahan penyakit HDB.
Namun Xoo merupakan patogen yang dinamis, mampu
membentuk strain baru di lapangan sejalan dengan
perkembangan penggunaan varietas unggul padi oleh
petani. Perbedaan virulensi antarisolat HDB yang berasal
dari berbagai daerah merupakan manifestasi dari
kedinamisan interaksi antara inang dengan patogen
(Martin et al. 2003). Untuk menghadapi kedinamisan
populasi Xoo di lapangan perlu dirakit varietas padi yang
memiliki ketahanan berspektrum luas.
Pembentukan galur tahan HDB yang berspektrum
luas dapat dilakukan dengan membentukan piramida
gen (pyramiding gene) dalam satu genotipe (Huang et
al. 1997). Beberapa galur piramida padi (galur-galur IRBB
isolines) yang memiliki beberapa gen ketahanan
terhadap penyakit HDB telah dirakit, antara lain IRBB66
yang memiliki gen-gen ketahanan Xa4, Xa5, Xa7, Xa13
dan Xa21. Gen-gen Xa tersebut telah banyak yang
PENELITIAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN VOL. 29 NO. 3 2010
dipetakan dan diketahui beberapa marka molekuler
yang terpaut dan bersegregasi bersama dengan sifat
ketahanan terhadap penyakit HDB. Banyak dari gen-gen
ketahanan penyakit, termasuk gen tahan HDB terdapat
pada kromosom 11 dari genom padi (TRC11-12
Sequencing Consortia 2005; Ghazi et al. 2003). Salah satu
dari gen tersebut adalah Xa26 yang terpaut dekat dengan
Xa4 pada kromosom 11. Xa26 terpetakan pada posisi
27.9-29.9 Mb yang ditandai oleh marka RFLP Y6855R dan
R1506 (Yang et al. 2005). Xa4 dipetakan pada posisi 28.5
Mb, juga pada kromosom 11, yang ditandai oleh marka
RFLP L1044 dan Y2668LA (Wang et al. 2000). Hasil
penelitian lain juga menunjukkan bahwa Xa26 juga
terpaut dekat atau bahkan merupakan family gen Xa3
(Yang et al. 2003).
Dari hasil penelitian sebelumnya telah diperoleh
beberapa marka spesifik penanda gen-gen Xa7, Xa21,
Xa26 dan Xa4. Di antara marka tersebut, marka spesifik
untuk gen Xa7 telah divalidasi untuk seleksi padi lokal
sebagai tetua persilangan (Utami et al. 2010). Penelitian
ini bertujuan untuk mengaplikasikan beberapa marka
molekuler yang terpaut dengan gen-gen ketahanan
terhadap HDB, yaitu Xa4, Xa7, Xa21, dan Xa26. Markamarka terpilih diharapkan dapat digunakan pada proses
seleksi dalam perakitan galur tahan HDB berspektrum
luas berbasis MAS (Molecular Assisted Selection).
BAHAN DAN METODE
Materi genetik yang digunakan dalam penelitian ini
adalah padi varietas Ciherang sebagai tetua penerima
serta varietas IRBB 10 dan IRBB66 sebagai tetua donor
atau sumber gen ketahanan HDB (Xa4/Xa26, Xa7, dan
Xa21).
Marka Molekuler
Beberapa marka yang terpaut dan bersegregasi bersama
dengan gen Xa7 adalah marka SNP (Single Nucleotide
Polymorphism), Xa7-SNP8, dan Xa7-SNP11 (Utami et al.
2010) dan marka SSR (Simple Sequence Repeat),
RM20589, RM20590, dan RM20591 (Chen et al. 2008).
Untuk gen target lainnya didesain beberapa marka
molekuler berdasarkan posisi fisik dari gen tersebut dan
informasi sekuen basa nukleotida yang diperoleh dari
beberapa Rice Genome Browser, seperti Gramene
(www.gramene.org.com), TIGR (www.TIGR.org.com)
dan NCBI (www.ncbi.nlm.nih.gov). Sekuen basa
nukleotida marka untuk masing-masing gen target
tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.
Metode
Komposisi reaksi PCR yang digunakan dari marka
molekuler di atas adalah MQ dH2O 11.44 ull, 10 x buffer
PCR 2.0 ul, 25 mM MgCl2 1.2 ul, 10 mM dNTPs 0.6 ul,
Primer (F) 0.6 ul, Primer(R) 1.0 ul, Taq DNA pol. 0.16 ul,
dan 50 ng DNA 2 ul. Profil PCR yang digunakan adalah
pre denaturasi 95oC selama 3 menit, denaturasi 94oC 1
menit, anneling 50oC 1 menit, pemanjangan primer 72oC,
2 menit, diulang 35 kali dan pemanjangan akhir 72oC 5
menit. Hasil analisis PCR divisualisasi dengan
elektroforesis menggunakan gel agarose 1-2%.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Identifikasi marka molekuler untuk beberapa gen
ketahanan terhadap HDB, yaitu Xa4, Xa7, Xa2, dan Xa26,
dilakukan berdasarkan posisi fisik dari gen tersebut
berdasarkan informasi sekuen dari genome padi.
Identifikasi Marka Gen Xa7 dan Aplikasinya
untuk Seleksi Tetua
Gen ketahanan Xa7 pada genom padi terdapat pada
kromosom 6 dengan ukuran ~ 1.200 Kb. Berdasarkan
hasil penelitian sebelumnya diketahui bahwa dengan
ukuran sebesar itu gen Xa7 terpetakan pada beberapa
fragmen (fragmen). Berdasarkan analisis LD mapping
diketahui bahwa fragmen AP006454 dan AP004989
memiliki signifikansi posisi yang tinggi untuk gen Xa7.
Pada kedua fragmen ini terdapat dua marka SNP yang
Tabel 1. Sekuen marka molekuler penanda gen-gen ketahanan
terhadap HDB.
Primer
Squence (5’-3’)
Gen
RM20589
F-CATGTATTTGTGTGCACGTACCG
R-ACCTTTCTTGGGCCTTTCTTGG
F-TTCGATGAGCACCTTTCCTTGTCC
R-GCCTCGCCGATTCACTTATGC
F-TCGTCTGCGCGAATATTTAGAGAGG
R-ATCTGCATCGGAGTCAGCAACG
F-GAGCAAAATTCGTGTGCTGA
R-GTACGCACTTTTTCCGCAAT
F-GGATCCGTCGACCACAAGAG
AACTAAAAAGGGAGC
R-GGATCCGTCGACCCCGGGCAG
AAGTCGATCTGAAGTGTGGCA
F-TGACCTCACTGCACTTCTGG
R-TGGAGAGGTTCCCTATGGTG
F-GTAAAGCGTCACGGAAGAGC
R-TTCTTCAACGTCACAACAACATC
F-CTGGCGGAAATTGAAAAAGA
R-GCTCACCGGGGTATAATCCT
F-ATCGATCGATCTTCACGAGG
R-TGCTATAAAAGGCATTCGGG
Xa7
RM20590
RM20591
Xa21-LD17
Xa21-RT1
Xa26-LDex1
Xa26-LDex2
Xa4-LD8
Xa4-RT1
Xa7
Xa7
Xa21
Xa21
Xa26
Xa26
Xa4
Xa4
153
DWINITA ET AL.: MARKA MOLEKULER UNTUK KETAHANAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI
termasuk ke dalam posisi peta gen Xa7, yaitu Xa7-SNP5
pada AP006454 dan Xa7SNP11 pada AP004989 (Utami
et al. 2010). Hasil penelitian lain juga menyebutkan
adanya tiga marka yang bersifat co-segregation dengan
gen Xa7, yaitu RM20589, RM20590, dan RM20591,
ketiganya terdapat pada fragmen AP006056 (Chen et al.
2008).
Berdasarkan beberapa hasil penelitian tersebut
maka marka-marka penanda untuk gen Xa7 diaplikasikan untuk seleksi tetua persilangan. Seperti telah
disebutkan di depan bahwa beberapa tetua persilangan
yang telah disurvei polimorfismenya adalah antara
IRBB66 dengan Ciherang dan IRBB10 dengan Ciherang.
Beberapa marka yang polimorfis untuk pasangan tetuatetua tersebut selanjutnya akan digunakan untuk
membantu seleksi progeni-progeni dari populasi hasil
persilangan. Hasil survei polimorfisme menggunakan
marka penanda gen Xa7 pada tetua-tetua tersebut
disajikan pada Gambar 1.
Hasil analisis PCR pada Gambar 2 menunjukkan adanya polimorfisme pada marka RM20589, antara tetua
donor IRBB10 (nomor 1) dengan tetua Ciherang (nomor
2); pada marka RM20590, antara tetua donor IRBB10
(nomor 1) dengan Ciherang (nomor 2), antara tetua
IRBB66 (nomor 3) dengan tetua Ciherang (nomor 4).
Polimorfisme ini ditunjukkan oleh pita DNA yang
berukuran sekitar 300pb dan 600pb. Pada marka
RM20591 tidak diperoleh polimorfisme antara tiga tetua
donor, IRBB10, dan IRBB66 dengan tetua Ciherang.
Dengan demikian, marka RM20589 dan RM20590 dapat
digunakan untuk membantu seleksi progeni hasil
persilangan antara IRBB10 dengan Ciherang dan antara
IRBB66 dengan Ciherang, untuk gen target Xa7.
Identifikasi Marka Gen Xa21 dan
Aplikasinya untuk Seleksi Tetua
Gen Xa21 merupakan multigen yang terdiri atas delapan
gen penyusun. Sebagian besar dari anggota gen-gen ini
Xa21-LD17
RM20589
1234
Xa21-LD21
1234
RM20590
terpetakan dalam satu lokus pada kromosom 11 (Song
et al. 1995). Total ukuran gen Xa21 kurang lebih 3.584
pasang basa yang terpetakan pada lokus LOCOs11935500, memanjang pada region antara 20,336,827
sampai 20,340,422 (Gramene Annotated Nipponbare
Sequence 2009). Dari total ukuran gen Xa21, didesain
30 marka molekuler yang masing-masing menandai
region 100-200 pasang basa dari total ukuran gen Xa21.
Di antara 30 marka molekuler penanda gen Xa21
yang didesain, dua marka (Xa21-LD17 dan Xa21-LD21)
telah digunakan dalam analisis survei polimorfis antara
varietas IRBB66-Ciherang dan IRBB10-Ciherang. Hasil
survei polimorfisme menggunakan marka penanda gen
Xa21 pada tetua-tetua tersebut dapat dilihat pada
Gambar 2.
Pada Gambar 2 terlihat bahwa marka Xa21-LD17
bersifat monomorfis, sedangkan marka Xa21-LD21
bersifat polimorfis. Marka Xa21-LD17 menandai region
antara 1981 sampai 2041, sedangkan marka Xa21-LD21
menandai region antara 2461 sampai 2581 pasang basa
dari total gen Xa21. Polimorfisme pada marka Xa21-LD21
terlihat pada posisi pita DNA yang berukuran sekitar 800
pb. Adanya polimorfisme marka Xa21-LD21 ditunjukkan
antara varietas IRBB66 dengan Ciherang dan juga antara
varietas IRBB10 dengan Ciherang.
Identifikasi Marka Gen Xa4/Xa26 dan
Aplikasinya untuk Seleksi Tetua
Pendesainan primer untuk gen Xa4 didasarkan pada
hasil penelitian (Zhai et al. 1999) yang menyebutkan
bahwa Xa4 adalah gen ketahanan HDB yang berukuran
90 kb, yang terpetakan di antara marka 56M22F dan
36D24R. Yang et al. 2003 menyebutkan bahwa Xa4
terpaut dekat dengan Xa26 pada kromosom 11. Xa26
terpetakan pada posisi 27.9-29.9 Mb yang ditandai oleh
marka RFLP Y6855R dan R1506, sedangkan Xa4
dipetakan pada posisi 28.5 Mb juga pada kromosom 11
yang ditandai oleh marka RFLP L1044 dan Y2668LA
Xa21-LD17
RM20591
700 pb 1
1 2 3 4
1 2
3 4
1
2
3
2
3
4
800 pb
1
Xa21-LD21
2
3
4
4
600 pb
300 pb
Gambar 1. Hasil analisis PCR DNA tetua-tetua menggunakan marka
SSR yang bersifat co-segregation dengan gen Xa7, yaitu
RM20589, RM20590 dan RM20591. Urutan sampel: 1.
IRBB10, 2. Ciherang, 3. IRBB66, dan 4. Ciherang.
154
Gambar 2. Hasil analisis PCR DNA tetua-tetua menggunakan marka
spesifik untuk gen Xa21, yaitu Xa21-LD17 dan Xa21LD21. Urutan sampel: 1. IRBB10, 2. Ciherang, 3. IRBB66,
dan 4. Ciherang.
PENELITIAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN VOL. 29 NO. 3 2010
Dist cM
Gambar 3. Sebagian dari peta fisik kromosom 11 beserta marka
molekuler yang terpaut pada posisi kromosom 2.5cM
sampai 12.5cM.
(Wang et al. 2000). Posisi beberapa marka ini dapat dilihat
pada bagian peta fisik kromosom 11 (Gambar 3).
Penelitian lain juga menyebutkan bahwa Xa26 terpaut
dekat atau bahkan merupakan family gen Xa3 (Yang et
al. 2005).
Hasil analisis gabungan (association test) antara data
sekuensing dengan fenotipe, yang merupakan data
tingkat ketahanan terhadap tiga ras utama (ras III, IV
dan VIII), menunjukkan bahwa region dari gen Xa26
pada posisi Xa26-LD9 (27,626,581-27,768,402) memiliki
tingkat signifikansi paling tinggi (Utami et al.
unpublished).
Kedua marka penanda gen ketahanan terhadap
patogen HDB tersebut telah diaplikasikan untuk survei
polimorfisme tetua-tetua persilangan antara IRBB10
dengan Ciherang dan antara IRBB66 dengan Ciherang.
Hasil survei polimorfisme tersebut disajikan pada
Gambar 4.
Gambar 4 menunjukkan bahwa marka penanda gen
ketahanan Xa26, yaitu Xa26-LD36, bersifat polimorfis
untuk tetua-tetua persilangan antara IRBB10 dengan
Ciherang dan antara IRBB66 dengan Ciherang.
Polimorfis ini ditunjukkan oleh pita DNA yang berukuran
kurang lebih 300 pb dan 400 pb. Namun marka Xa26LD48 bersifat monomorfis, sehingga hanya marka Xa26LD36 yang dapat digunakan dalam membantu seleksi
progeni-progeni hasil persilangan kedua tetua di atas.
Untuk marka molekuler penanda gen ketahanan
terhadap penyakit HDB, Xa4 juga telah diaplikasikan
untuk analisis polimorfisme antara tetua-tetua
persilangan. Hasil analisis polimorfisme pada Gambar 5
menunjukkan bahwa marka Xa4-LD15 bersifat
polimorfis sebagai penanda gen ketahanan Xa4, untuk
tetua-tetua yang digunakan. Polimorfisme ini ditunjukkan oleh pita DNA yang berukuran kurang lebih 150 pb.
Namun marka pada Xa4-LD8 tidak terlihat adanya
polimorfisme antara tetua-tetua yang dianalisis. Dengan
demikian hanya marka Xa4-LD15 yang dapat digunakan
untuk membantu seleksi progeni-progeni hasil
Gambar 4. Hasil analisis PCR DNA tetua-tetua menggunakan marka
spesifik untuk gen Xa26, yaitu Xa26-LD36 dan Xa26LD48. Urutan sampel: 1. IRBB10, 2. Ciherang, 3. IRBB66,
dan 4. Ciherang.
Xa4-LD8
1
2
Xa4-LD15
3
4
1
2
3
4
150 pb
Gambar 5. Hasil analisis PCR DNA tetua-tetua menggunakan marka
spesifik untuk gen Xa4, yaitu Xa4-LD8 dan Xa4-LD15.
Urutan sampel: 1. IRBB10, 2. Ciherang, 3. IRBB66, dan
4. Ciherang.
Xa26-LD36
1
2
3
4
Xa26-LD48
1
2
3 4
persilangan antara IRBB10 dengan Ciherang dan antara
400 pb
IRBB66 dengan Ciherang.
300 pb
KESIMPULAN
Lima marka molekuler yang terpaut dengan gen-gen
ketahanan terhadap penyakit HDB telah diperoleh dan
menunjukkan data alel polimorfis antara varietasvarietas tetua donor (IRBB66 dan IRBB10) dengan
varietas penerima (Ciherang). Marka-marka molekuler
tersebut adalah RM20589 dan RM20590 untuk gen Xa7,
Xa21-LD21 untuk gen gen Xa21, Xa26-LD36 untuk gen
Xa26, dan Xa4-LD15 untuk gen Xa4. Marka-marka
tersebut diharapkan dapat diaplikasikan dalam proses
seleksi progeni hasil persilangan kedua tetua tersebut.
UCAPAN TERIMAKASIH
Penelitian ini sebagian didanai oleh Konsorsium Padi
Nasional pada tahun 2010, dengan judul proposal
‘Perakitan Galur Tahan HDB Berspektrum Luas’ (No.
155
DWINITA ET AL.: MARKA MOLEKULER UNTUK KETAHANAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI
06.06.PR.220). Untuk itu diucapkan terima kasih kepada
penyandang dana penelitian.
Utami, D.W., E.M. Septiningsih, T.S. Kadir, Fatimah, dan S. Yuriyah.
2010. Allele mining untuk identifikasi gen ketahanan penyakit
hawar daun bakteri, Xa7 pada plasma nutfah padi lokal
Indonesia. Jurnal Agrobiogen 6(1):1-9.
DAFTAR PUSTAKA
Yang, Z., X. Sun, S. Wang, and Q. Zhang. 2003. Genetic and physical
mapping of a new gene for bacterial blight resistance in rice.
TAG, 106(8):1467-1472.
Chen, S., Z. Huang, L. Zeng, J. Yang, Q. Liu, and X. Zhu. 2008. High
resolution mapping and gene prediction of Xanthomonas
oryzae pv. oryzae resistance gene Xa7. Mol. Breeding 11032009-9187-1.
Yang, B, A . Sugio, and F.F. White. 2005. Avoidance of host
recognition by alterations in the repetitive and C-terminal
regions of AvrXa7, a type III effector of Xanthomonas oryzae
pv. oryzae. Mol. Plant Microbe Interact. 18(2):142-149.
Ghazi, I.A., P.S. Srivastava, V. Dalal, K. Gaikwad, A.K. Singh, T.R.
Sharma, N.K. Singh, and T. Mohapatra. 2003. Physical
mapping, expression analysis and polymorphic survey of
resistance gene analogues on chromosome 11 of rice. J
Biosci, 34(2):251-261.
Huang, N., E.R. Anggeles, J. Domingo, G. Magpantay, G.S. Singh,
Z. Zhang, N. Kumaravadivel, J. Bennett, and G.S. Khush. 1997.
Pyramiding of bacterial blight resistance genes in rice makerassisted selection using RFLP and PCR. Theor. Appl. Genet.
95:313-320.
Martin, G.B., A.J. Bogdonove, and G. Sessa. 2003. Understanding
the functions of plant disease resistance protein, Annu. Rev.
Plant Biol. 54: 23-61.
Triny, S.K., I. Hanarida, D.W. Utami, S. Koerniati, A.D. Ambarwati,
A. Apriana, dan S. Sisharmini. 2009. Evaluasi ketahanan
populasi haploid ganda silangan IR64 dan Oryza rufipogon
terhadap hawar daun bakteri pada stadia bibit. J. Plasma
Nutfah 15(1):13-19.
Song, W.Y., G.L. Wang, L.L. Chen, H.S. Kim, L.Y. Pi, T. Holsten, J.
Gardner, B. Wang, W.X. Zhai, L.H. Zhu. 1995. A receptor
kinase-like protein encoded by the rice disease resistance
gene, Xa21. Science, 270(5243):1804-1806.
The Rice Chromosome 11 and 12 Sequencing Consortia (TRC1112 SC). 2005. The sequence of rice chromosome 11 and 12,
rich in disease resistance genes and repeat gene duplications.
Walksman Institute, Rutgers University, Pascataway, New
Jersey 08854.
156
Wang, W., Y. Zhou, G. Jiang, B.J. Ma, X. Chen, Q. Zhang, L. Zhu,
and W. Zhai. 2000. Fine mapping of the rice bacterial blight
resistance gene Xa4 and its co-segregation marker. China
Sci.Bull. 45(19):1779-1782.
Zhai, W.X. and L.H. Zhu. 1999. Rice bacterial blight resistance
genes and their utilization in molecular breeding. Adv. Biotech.
19:9-15.