Download Behavioral modification in applied settings

Survey
yes no Was this document useful for you?
   Thank you for your participation!

* Your assessment is very important for improving the workof artificial intelligence, which forms the content of this project

Document related concepts
no text concepts found
Transcript
MODIFIKASI PERILAKU
KULIAH KE – 8
Prinsip-prinsip dalam operant conditioning:
Behavior (terjadinya perilaku)
Arundati Shinta
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
1
Behavior
Dalam modifikasi perilaku, memang ada ABC
(Antecedent, Behavior, & Consequence).
Tp ternyata behavior yg diharapkan tidak bisa
begitu saja muncul. Harus ada strategi agar
perilaku tsb muncl. Strategi tsb berupa
penguatan perilaku (reinforcement) yaitu
dg pemberian reward & punishment.
Penguatan perilaku itu disebut dg shaping
behavior (pembentuk perilaku).
2
Cara memunculkan target behavior
Target behavior (perilaku yang diharapkan muncul)
dpt terjadi dg 2 cara:
1). Shaping behavior (membentuk perilaku).
* biasa dilakukan dg reinforcement (peneguhan
perilaku) yg berupa reward & punishment
* Fokus pd pengembangan perilaku
* diskusi rancu dg consequence (peneguhan
perilaku ada pada consequence saja).
2). Chaining behavior (serangkaian respon dari suatu
stimulus).
3
Kasus penerapan shaping behavior
Kasus:
Seorang profesor mengajar dg cara yg membosankan.
Banyak mhs yg menguap & tidak perhatikan kuliah
krn:
* mhs itu begadang sehari sebelumnya tuk
selesaikan tugas.
* perilaku prof itu terlalu monotoon, selalu berdiri
di tengah sehingga menutupi tulisan di papan tulis.
* prof tsb hanya kadang2 saja lihat buku catatan,
dan wajahnya dihadapkan pd mhsw.
4
Targeted behavior
Mhs bosan dg perilaku prof, kmd berangan2 prof
seharusnya berdiri di pojok kanan saja.
Bagaimana ‘menyuruh’ (membentuk perilaku) prof
itu agar berdiri di pojok kanan tanpa ia
tersinggung?
Mhs berembug tuk buat eksperimen, agar
perilaku baru prof terbentuk yaitu berdiri di
pojok kanan. Apa hasil rembugannya?
5
Cara mhs bereksperimen
Mhs menentukan siapa saja yg duduk di baris ke-1, ke2, dan ke-3. Tidka semau mhs
terlibat dlm eksperimen ini. Mhs punya banyak waktu krn kuliah diadakan
seminggu 3x.
Mhs menentukan perilaku apa saja yang hrs muncul bila prof berdiri di pojok a.l.
(menunjukkan perilaku berminat pd kuliah)
* membuka mata lebar2 sbg tanda ada perhatian
* sering2 bertanya
* menulis di buku dg tekun
* kepala mengangguk-angguk
Mhs menentukan perilaku apa saja yg harus muncl bila prof kembali di tengah
(menunjukkan perilaku tidak berminat pd kuliah)
* terus2an menguap
* ada yg tertidur di kursi
* tidak ada yg menulis di buku
* mhs melihat-lihat ke arah jendela
6
Bagaimana cr ‘menyuruh’ prof?
Ketika 1 langkah ia bergeser dr tengah, mk pr mhsw mulai menerapkan
perilaku berminat pd kuliah.
Bila ia kembali ke tengah, mhs ngantuk lagi.
Bila ia bergeser kepojok lagi, mhs mulai bangkit lagi gairahnya pd kuliah,
terutama mhs yg di pinggir. Mhs bertanya agak lirih spy prof
mendekat. Teman2 mhs lainnya juga perlihatkan minat yg tinggi pd
kuliah.
Bila ia ke tengah lagi tuk baca buku catatan, maka mhs ngantuk lagi.
Begitu berulang-ulang. Shaping behavior mulai terbentuk sampai dg minggu
ke-2
Akhirnya prof bawa catatannya ke pojok, dan ia tidak perlu ke tengah2 lagi.
7
Bagaimana cr ‘menyuruh’ prof?
Tidak dinyana, ada mhs pandai yang tidak tega dan ia sadar betul dg
etika eksperimen. Selain itu pr mhs capai dlm berpura2
berminat pd pelajaran (mengantuk tp harus buka mata,
tersiksa kan?).
Cara mengubah prof yaitu mhs itu tidur lagi bila prof beri kulaih di
pojok. Bila prof pergi ke tengah, mhs ‘hidup’ lagi. Hal ini
dilakukan berulang2.
Akhirnya prof itu kembali lagi ke tengah dlm memberi kuliah,
seperti biasanya.
Mhs berhasil ‘membentuk’ perilaku prof yaitu dr tengah ke pojok,
dan dari pojok ke tengah kembali.
8
Chaining behavior
Chaining behavior merupakan serangkain respon (behavior yg
diinginkan) dari suatu stimulus.
Contoh = perilaku memakai baju tuk ke kampus. Perilaku tsb terdiri
dr berbagai proses pengambilan keputusan:
* berdiri dan membuka lemari pakaian
* memilih baju (atasan + celana panjang) yg sesuai warnanya.
Perilaku ini dilk berulang-ulang krn proses padu padan warna
baju tak bisa hanya 1x saja.
* memilih ikat pinggang. Ada 10 ikat pinggang, harus dicoba
satu-persatu.
* memilih baju dalam yang nyaman krn diperkirakan udara hr
itu agak panas.
* Akhirnya indv memakai baju dan siap pergi ke kampus.
9
Referensi:
• Kazdin, A. E. (2001). Behavioral
modification in applied settings. 6th
ed. Belmont, CA: Wadsworth
Thomson Learning
• Chapter 2, pg 43-50.
10