Download REACH - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

Survey
yes no Was this document useful for you?
   Thank you for your participation!

* Your assessment is very important for improving the work of artificial intelligence, which forms the content of this project

Document related concepts
no text concepts found
Transcript
meningkatkan
efisiensinya,
yang
membuat
mereka
lebih
kompetitif secara internasional.
Porter membangun teori dengan meneliti industri-industri
(manufakturing) di beberapa negara yang memiliki kemiripan dalam
hal komparatif relatif. Identifikasi terhadap industri-industri yang
ternyata memiliki daya saing walaupun mereka datang dari negara
yang secara alamiah tidak berlimpah sumber daya. Tetapi sumber daya
bukanlah satu-satu-nya faktor yang dapat meningkatkan daya saing
industri suatu negara, dan Porter telah merumuskan model bagaimana,
daya saing dapat tercipta, oleh faktor-faktor penentu yang lain.
2.2. Daya Saing Komoditi
Kualitas merupakan elemen utama bagi peningkatan daya saing suatu
produk. Suatu produk dapat lebih mudah memenangkan tingkat persaingan yang
kian ketat di pasaran bila kualitas selalu terjaga.
2.3. Hambatan Perdagangan
Liberalisasi ditandai salah satunya dengan penurunan atau bahkan
penghapusan hambatan perdagangan berupa tarif maupun non tarif. Hambatan
perdagangan penting untuk dihapuskan karena tanpa hambatan dapat
mendorong arus pergerakan barang dan jasa (flow of goods and services).
Berdasarkan salah satu putaran perundingan di WTO yaitu Putaran Uruguay,
negara maju memotong besaran tarif sampai sepertiga sedangkan negara
berkembang memotong tarif sampai paling besar hanya 40%. Sebelum Putaran
Uruguay, rata-rata tarif produk manufaktur di negara maju adalah 6,2% dan
negara berkembang adalah 20,5%. Sesudah Putaran Uruguay, rata-rata tarif di
negara maju 3,7% dan di negara berkembang 14,4%. Hambatan non tarif seperti
kuota, perijinan dan spesifikasi teknis juga secara bertahap dihapuskan tetapi
tidak secepat penurunan tarif.
Hambatan perdagangan dapat digolongkan dalam dua kelompok yaitu
hambatan tarif (tariff barrier) dan hambatan bukan tarif (nontariff barrier).
Kebijakan TB atau NTB sama-sama dapat mempengaruhi aliran barang dan jasa,
sekaligus dapat melindungi industri dalam negeri dari persaingan yang tidak
sehat atau mendorong industri "bayi". Namun, hambatan tarif dipandang lebih
II - 4
Related documents
KIMIA DASAR II
KIMIA DASAR II
Morini-Lezioni_3
Morini-Lezioni_3
FLAVOR - LMS IPB
FLAVOR - LMS IPB